Now Reading:

Berburu Hidden Gem di Singapura dan Kami Menemukan ini


Perjalanan ke Singapura selalu menghadirkan kemungkinan baru, terutama ketika kamu keluar dari rute-rute mainstream yang selama ini memenuhi daftar wajib turis. Di balik façade modernnya, kota ini menyimpan banyak kejutan. Sebuah sisi baru yang hanya muncul ketika kamu berjalan lebih pelan dan memberi ruang untuk tersesat dengan sengaja. Dari toko buku independen hingga ruang kreatif yang dibangun dari bangunan lama, Singapura menawarkan pengalaman yang terasa personal dan akrab.

Petualangan kami dimulai di Littered with Books, sebuah toko buku kecil yang menempati ruko konservasi berkarakter klasik. Ruangannya dipenuhi aroma kertas, rak-rak kayu, dan kurasi buku yang terasa seperti rekomendasi dari sahabat lama.

Littered With Books (Foto: Dok. Singapore Tourism Board)

Tidak jauh dari sana, Née Vintage menghadirkan sensasi berburu harta karun. Koleksi tas, aksesori, dan barang mewah preloved di sini tertata rapi. Oase bagi pencinta fashion yang mengapresiasi sejarah di balik setiap benda. Sementara itu, New Bahru menjadi titik persinggahan berikutnya: sebuah sekolah lama yang disulap menjadi lifestyle hub kreatif, rumah bagi puluhan brand independen yang menyuarakan energi baru Singapura.

singapura

Nee Vintage (Foto: Dok. Singapore Tourism Board)

Namun eksplorasi tidak berhenti di sudut-sudut kreatif itu saja. Beberapa atraksi terbaru kota ini ternyata juga menawarkan pengalaman lintas usia yang memikat. Singapore Oceanarium, kini tampil dengan konsep imersif yang lebih berani, memberikan rasa dekat dengan kehidupan laut yang sering kali hanya dapat kita lihat dari layar. Di Bird Paradise, perjalanan berubah menjadi petualangan warna dan suara, tempat puluhan spesies burung terbang bebas dalam aviari yang dirancang menyerupai habitat aslinya. Lalu, ada Rainforest Wild ASIA, pengalaman kebun binatang yang terasa seperti ekspedisi, membawa pengunjung menembus hutan rimbun, karst megah, hingga jalur gua yang misterius.

singapura

Punggol Kayak (Foto: Dok. Singapore Tourism Board)

Bagi kamu yang ingin merasakan Singapura dari perspektif yang berbeda, kota ini menawarkan aktivitas yang memberi sentuhan lokal namun tetap unik. Berkayak di Punggol Waterway menghadirkan harmoni antara kanal urban dan lanskap hijau yang tenang. Di kawasan kreatif lain, The Make Pleat Bag Experience by Ginlee mengajak peserta menyelami proses pembuatan tas pleats sambil memahami filosofi fashion sirkuler. Dan di Mr Bucket Chocolaterie, kami mencoba pengalaman bean-to-bar yang bukan hanya lezat, tetapi juga personal: membuat cokelat sendiri, memilih topping, dan menghiasnya seperti karya seni kecil.

Perjalanan kali ini membuat kami menyadari bahwa Singapura bukan hanya kota yang efisien, tetapi juga destinasi yang hidup, berubah, dan terus memunculkan ruang-ruang baru untuk dijelajahi. Setiap sudutnya menawarkan cerita.

 

POPULAR

Share This Articles
Klook.com