Mira Mira – Ricardo Costa, executive chef di restoran berbintang dua Michelin, The Yeatman, baru saja melebarkan ekspansinya dengan membuka restoran barunya bernama Mira Mira di kawasan budaya WOW, The Cultural District, di Porto. Chef Ricardo mengumumkan kiprahnya bersama Mira Mira yang merupakan restoran fine dining berkonsep rooftop. Tentu saja ini akan semakin memeriahkan kawasan WOW yang selama ini juga sudah dipenuhi oleh restoran, kafe, bar dan toko lainnya. Mira Mira juga menawarkan pengalaman bersantap dengan ditemani oleh pemandangan Porto dari ketinggian. Chef Ricardo Costa (Foto: Dok. Mira Mira Inspirasi saya adalah tradisi Portugis dan penghargaan terhadap asal produk kami, karena itu sangat fundamental dalam masakan saya “Inspirasi saya adalah tradisi Portugis dan penghargaan terhadap asal produk kami, karena itu sangat fundamental dalam masakan saya,” kata Chef Ricardo dalam siaran pers. “Sambil tetap mempertahankan ketatnya fine dining, saya ingin membawa sikap yang lebih santai, lebih ringan, dan lebih spontan, dengan visi untuk bereksperimen,” tambahnya. Foto: Dok. Mira Mira Menu Musiman Menu di Mira Mira berkonsep ala carte dan dua jenis menu degustasi (berdasarkan musim) seperti daging atau ikan dan vegetarian. Beberapa menunya adalah mollejas (daging goreng dari kelenjar timus pada sapi) yang dipadukan dengan Bloody Mary dari krustasea dan sawi; hingga cannelloni, yaitu kepiting laba-laba yang dilapisi dengan mentimun fermentasi, diracik dengan busa jalapeño dan jagung manis goreng renyah. Borrego (Foto: Dok. Mira Mira) Udang lobster juga disajikan sebagai tartar yang dibumbui dengan apel hijau Granny Smith, kulit ayam, dan kuah dashi. Salmonette disajikan di atas carpaccio gurita halus, dikombinasikan dengan paprika yang dihaluskan, kuah paprika bakar panggang, dan salad musim semi yang berwarna-warni. Samlmonete (Foto: Dok. Mira Mira) Feijoada de sames, yang dibuat dari ikan kodok asin disajikan dengan udang pesisir. Ada juga taco ikan kodok; dan daging domba panggang musim semi yang disajikan dengan terong, romesco, dan daun bawang. Untuk hidangan penutup, Chef Costa menciptakan tiga menu berbeda, yaotu ovos moles nitro (penghormatan kepada tempat kelahirannya, Aveiro); jeruk merah dengan saffron; dan taco pistachio dengan cokelat. POPULARSinggah di Costa untuk Menikmati Sensasi Rasa Katalonia80Jakarta kembali mendapat kejutan kuliner awal tahun ini. Di tengah riuhnya kawasan Gunawarman, hadir sebuah destinasi baru yang menjanjikan lebih…Te no Aji Padukan Konsep Slow Living dengan Kuliner Jepang yang Mindfulness79Di sudut tenang Pererenan, sebuah restoran mungil menghadirkan esensi Jepang dengan cara yang begitu personal. Namanya Te no Aji atau…August Jakarta dan Kisah Manis di Balik Menu Barunya79August Jakarta - Angin segar kembali berhembus di dunia gastronomi setelah sempat vakum akibat pandemi. Beberapa restoran kembali membuka gerai… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Ketika Lobster Premium London Menemukan Ritmenya di Jantung Jakarta by Yudasmoro Minasiani 30, January, 2026
Menikmati Senja di Pererenan, dari Sentuhan Eropa Hingga Aroma Timur Tengah by Novani Nugrahani 29, January, 2026
Bersembunyi di Libros, Ruang Intim untuk Menikmati Koktail Tanpa Tergesa by Yudasmoro Minasiani 27, January, 2026
Tiga Tahun Berturut-Turut CASA CUOMO Harumkan Nama Indonesia di Peta Kuliner Italia Dunia by Febriyanti Salim 22, December, 2025
Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania by Febriyanti Salim 10, December, 2025
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Cara Baru Liburan Keluarga yang Mulai Dilirik Orang Indonesia by Febriyanti Salim 2, April, 2026 Ada satu momen yang hampir selalu terjadi sebelum liburan keluarga dimulai: layar ponsel...
Panduan Pilih Kapal Pesiar dari Singapura: 3 Opsi Terbaik Berdasarkan Gaya Liburan Keluarga by Febriyanti Salim 2, April, 2026 Tidak semua keluarga merancang liburan dengan cara yang sama. Ada yang mencari tawa...
Hong Kong Bukan Cuma Hutan Beton, EIGER Membuktikannya by Febriyanti Salim 1, April, 2026 Di lanskap yang tak biasa seperti Hong Kong, di mana gedung-gedung tinggi berdiri...