Jakarta Selatan kian semarak dengan hadirnya Pantja Hospitality Group, kolektif restoran dan bar yang sedang menjadi bahan pembicaraan para pecinta kuliner dan gaya hidup. Dibangun dari persahabatan antara Kabir Suharan dan Rapha Menchaca, grup ini lahir dari cinta pada makanan, minuman, dan seni menjamu, lalu berkembang menjadi destinasi yang menyatukan kelezatan, musik, desain, hingga atmosfer yang sulit ditandingi. Filosofi Lima Pilar Nama Pantja diambil dari kata Sanskerta untuk angka lima, simbol lima pilar utama yang menjadi DNA setiap langkah mereka, yaitu makanan, minuman, musik, keramahan, dan desain. Kelimanya bukan sekadar konsep, tetapi napas yang menghidupkan ruang, rasa, dan pengalaman di setiap outlet. “Bukan tentang sekadar menyajikan hidangan, tapi bagaimana setiap detail, dari dapur hingga bar, menyampaikan cerita dan passion kami,” ujar Kabir. Pantja tumbuh dengan filosofi hands-on. Kabir dan Rapha percaya bahwa kualitas hanya bisa hadir jika disentuh langsung dengan disiplin, detail, dan kepedulian. Setiap bulan, sesi tasting dilakukan bersama tim dapur, bar, dan layanan, memastikan semua sajian tidak hanya lezat, tetapi juga berkesan. Kabir Suharan (Foto: Yudasmoro) Budaya mentorship pun menjadi bagian dari denyut grup ini. Chef Andrew kini memimpin Pantja Izakaya, Chef Richard memegang kendali dapur flagship Pantja, sementara Fabri tampil sebagai Group Head Bartender. Semua tumbuh dari semangat membentuk talenta dari dalam. Sebuah Perjalanan Kami mengawali perjalanan kuliner di Pantja dengan segelas Sakura Stone Sour yang berisi Old Tom Gin, sakura vermouth, hojicha, pomelo dan lemon. Tak terlalu keras, namun sempurna untuk menyegarkan diri di hari yang terik. Bagi yang tak ingin alkohol, Yuzu Lemonade atau Limo Sour bisa jadi pilihan. Cocktail Bar (Foto: Yudasmoro) Setelah itu, pilhan Raw Bar memberikan sentuhan segar yang menggugah selera. Oyster segar yang diberi Ponzu, dan Tai Truffle Sashimi yang disajikan dengan Cilantro dan yuzu Ponzu langsung membuat kami jatuh hati pada hidangan laut. Sashimi Tacos yang disandingkan dengan Shima Aji yang dilumuri jalapeno dressing, jahe dan cilantro memberikan permainan tekstur yang lembut dan renyah, disisipi rasa pedas yang tenang, tanpa membakar lidah. Berpindah ke Chef’s Counter, kami melanjutkan perjalanan rasa dengan seporsi Black Cod yang disajikan dengan Yuzu miso, bawang amazu dan cilantro. Menariknya, cod dipanggang dengan kematangan sempurna. Menghasilkan rasa matang dan tekstur chewy di luar namun tetap lembut di dalam. Selanjutnya kami mencoba Tsukune berupa daging ayam yang digiling halus dan disajikan serupa sate lilit yang disajikan dengan saus Yuzu dan kuning telur. Segarnya Yuzu meredam kuatnya aroma kuning telur sehingga bisa menjadi penyeimbang ketika disantap bersama Tsukune. Raw Bar (Foto: Yudasmoro) Penutupnya, ada Strawberry Shortcake dan Matcha yang dihidangkan dengan warabi mochi, stroberi dan miso crumble. Jelajah Rasa di Pantja PantjaRestoran sekaligus cocktail bar yang menjadikan Senopati sebagai epicenter gaya hidup urban. Farm-to-table dipadukan dengan teknik kayu bakar, pasta segar setiap hari, dan koktail klasik yang diberi napas baru. Tak heran, Pantja menuai deretan penghargaan, mulai dari Asia’s 50 Best Bars hingga gelar Bar of the Year dari Tatler Best Indonesia. Pantja IzakayaInterpretasi elegan atas izakaya Jepang. Binchotan charcoal grill, Wagyu premium, sashimi segar Toyosu, hingga minuman berkarakter Jepang tampil dalam balutan ruang bernuansa kayu natural dan musik kurasi era 80-an. Pantja Steakhouse (Segera Hadir)Hadir sebagai pop-up eksklusif di Senopati, konsep ini adalah penghormatan pada steakhouse klasik Amerika. Steak Wagyu Stoneaxe dan seafood segar bertemu dengan koktail ikonik. Lokasi permanen dijadwalkan hadir 2026, siap mendefinisikan ulang pengalaman steakhouse di Jakarta. Pantja DeliMembawa cita rasa deli New York dan West Coast melalui sandwich legendaris seperti Pastrami Reuben dan The Godmother. Saat ini hadir dalam format pop-up, deli ini sukses mencuri hati di berbagai titik kota. Pantja ConciergeBagi mereka yang mendambakan pengalaman privat, layanan bespoke dining ini menghadirkan keramahtamahan dan storytelling khas Pantja ke ruang-ruang intim. Rapha menegaskan, “Kami tidak mengejar kesempurnaan, tapi integritas. Bagi kami, penting untuk menghormati budaya di balik makanan dan minuman, sambil terus mendorong batas untuk menciptakan sesuatu yang istimewa.” POPULARTatap Muka Lewat Rasa, Pengalaman Bersantap Akrab di TAMU96Siang itu, Jakarta sedang berada di ritme tergesa: macet, deru kota, dan aroma hujan yang tertahan. Namun, begitu melangkah masuk…Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania96Pecinta kuliner yang merencanakan musim dingin di Niseko akan menemukan satu alasan baru untuk menetap lebih lama di lereng bersalju.…Tak Sebatas Rasa, di Peridot ini Soal Imajinasi96Setelah sukses meluncurkan Akira Back bulan lalu, The Henderson kembali mencuri perhatian dengan menghadirkan Peridot, sebuah destinasi kuliner baru yang… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Ketika Lobster Premium London Menemukan Ritmenya di Jantung Jakarta by Yudasmoro Minasiani 30, January, 2026
Bersembunyi di Libros, Ruang Intim untuk Menikmati Koktail Tanpa Tergesa by Yudasmoro Minasiani 27, January, 2026
Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania by Febriyanti Salim 10, December, 2025
CasaLena Masuki Babak Baru dengan Menu Latin yang Lebih Personal by Febriyanti Salim 2, December, 2025
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Cara Baru Liburan Keluarga yang Mulai Dilirik Orang Indonesia by Febriyanti Salim 2, April, 2026 Ada satu momen yang hampir selalu terjadi sebelum liburan keluarga dimulai: layar ponsel...
Panduan Pilih Kapal Pesiar dari Singapura: 3 Opsi Terbaik Berdasarkan Gaya Liburan Keluarga by Febriyanti Salim 2, April, 2026 Tidak semua keluarga merancang liburan dengan cara yang sama. Ada yang mencari tawa...
Hong Kong Bukan Cuma Hutan Beton, EIGER Membuktikannya by Febriyanti Salim 1, April, 2026 Di lanskap yang tak biasa seperti Hong Kong, di mana gedung-gedung tinggi berdiri...