Pagi itu, suhu di kawasan Margaret River, Australia Barat, masih menggigit meski matahari musim dingin bersinar malu-malu di balik pepohonan. Udara bersih menyapa paru-paru dengan kesegaran yang nyaris jarang ditemui di kota besar. Di sinilah, di sebuah tempat bernama Jesters Flat, sebuah pengalaman berkuda bak petualang dimulai. Tak hanya menawarkan lanskap yang menawan, tapi juga koneksi hangat antara manusia dan hewan. Sebelum kami memulai perjalanan berkuda menyusuri hutan dan padang rumput, para peserta diajak untuk mengikuti safety briefing singkat namun penting. Seorang instruktur wanita bernama Linda, berwajah ramah dengan outfit layaknya koboy memandu sesi tersebut dengan percaya diri. “Semua kuda di sini sudah terlatih untuk ditunggangi pemula, jadi jangan khawatir,” terangnya. Kami diminta mengenakan sepatu boot khusus dan topi pengaman, perlengkapan standar yang wajib digunakan untuk menjaga keselamatan. Setelah itu, satu per satu peserta diperkenalkan dengan kuda tunggangan masing-masing. Saya kebagian seekor kuda betina bernama Emily. Memilih sepatu boot untuk menunggang kuda (Foto: Yudasmoro) Kuda-kuda di Jesters Flat tampak gagah dan tenang, mencerminkan betapa profesionalnya penanganan dan perawatan di tempat ini. Sebelum benar-benar menunggang, kami diajari dasar-dasar kendali: tarik tali kekang ke belakang untuk berhenti, lebarkan ke samping untuk belok, dan beri sentuhan lembut di sisi perut kuda dengan tumit untuk bergerak maju. Instruksi sederhana namun sangat membantu untuk membangun kepercayaan diri, apalagi bagi pemula. Dipandu oleh guide untuk menaiki kuda (Foto: Tourism Western Australia) Menyusuri Hutan Saat perjalanan dimulai, suara langkah kuda berpadu dengan desir angin yang membelai dedaunan, menciptakan harmoni alami yang mendamaikan. Jalur yang kami lalui cukup beragam, melewati padang rumput terbuka, jalan berlumpur, hingga celah-celah pepohonan rendah yang membentuk lorong alami yang kadang diselingi ray of light yang dramatis, menciptakan efek dramatis layaknya lukisan hidup. Para pemandu yang semuanya perempuan terus memberikan arahan ringan sepanjang perjalanan. Mereka tidak hanya memastikan keselamatan peserta, tetapi juga menyelipkan kisah-kisah lokal dan pengetahuan tentang flora dan fauna setempat. Kami beruntung! Pagi itu saat menyusuri tepian padang rumput, kami berjumpa dengan kawanan kanguru yang sedang asyik berjemur. Linda mengajak kami untuk sedikit masuk ke padang rumput, tanpa mengganggu kanguru yang sedang berlompatan di bawah terik matahari pagi. Meski udara terasa dingin, perjalanan berkuda ini membuat tubuh tetap hangat. Mungkin karena adrenalin, atau mungkin karena rasa syukur, bisa berada begitu dekat dengan alam, dengan ritme yang perlahan namun bermakna. Seskali, Linda mengajak kami berfoto di atas kuda atau sekadar menyuruh timnya untuk mengambil video saat kami sedang menunggang kuda. Jesters Flat bukan sekadar tempat berkuda, tapi ruang kontemplatif di mana keheningan berbicara dan koneksi dengan alam menjadi nyata. Dan ketika akhirnya kami kembali ke titik awal, senyum tak berhenti terlukis di wajah semua peserta. Ada rasa puas, bangga, dan sedikit enggan untuk kembali ke dunia yang serba cepat. Bagi siapa pun yang tengah merencanakan perjalanan ke Australia Barat, pengalaman berkuda di Jesters Flat jelas pantas masuk dalam daftar. Karena di sana, setiap langkah kuda adalah bagian dari cerita, dan setiap tarikan nafas adalah bagian dari keajaiban pagi musim dingin yang tak terlupakan. Wajib Coba: Naik Becak Keliling Perth! POPULARCek di Sini! Destinasi Ramah Muslim Buat Liburan di Australia Barat93Ada sesuatu yang menenangkan di udara Australia Barat, perpaduan antara angin laut yang lembut, langit biru yang luas, dan keramahan…Wisata Keluarga di Australia Barat, dari Swan Valley ke Rottnest Island92Saat pesawat mendarat di Perth, matahari sore menyinari kota dengan kehangatan khas Australia Barat. Kami memulai perjalanan ini dengan penuh…5 Alasan Liburan di Australia Barat, dari Healing Sampai Adventure Semua Ada!92Pernahkah membayangkan sebuah tempat yang bisa menghadirkan ketenangan sekaligus petualangan dalam satu waktu? Tempat di mana warna langit bercampur serasi… TAGS :australia destinasi Share This Articles Share this article
Itinerary Santai Kuala Lumpur 3 Hari 2 Malam: Hidden Gem, Kuliner, dan Tempat Instagramable by Febriyanti Salim 25, May, 2026
5 Pantai Anti-Mainstream di Australia Barat yang Jarang Masuk Itinerary by Yudasmoro Minasiani 17, April, 2026
Underrated! Ini 5 Wisata di South West Australia yang Bikin Lupa Bali by Febriyanti Salim 17, April, 2026
Gen Z Indonesia Pilih Liburan Singkat tapi Sering, Data Terbaru Ungkap Faktanya by Febriyanti Salim 16, April, 2026
Langkah Berani Scoot: Terbang ke Belitung dan Pontianak Langsung dari Singapura by Yudasmoro Minasiani 14, April, 2026
Bintang Baru di Asia: Bhutan, Destinasi Slow Travel Terbaik untuk Healing by Yudasmoro Minasiani 13, April, 2026
Panduan Pilih Kapal Pesiar dari Singapura: 3 Opsi Terbaik Berdasarkan Gaya Liburan Keluarga by Febriyanti Salim 2, April, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Ketika Wine-Wine Terbaik Italia Berlabuh di Bali by Febriyanti Salim 8, June, 2026 Pada 18 Mei 2026, suasana tropis di Paradisus by Meliá Bali menjadi latar...
TUI BLUE Berawa Hadir di Canggu, Gabungkan Wellness, Padel, dan Lifestyle dalam Satu Destinasi by Febriyanti Salim 4, June, 2026 Di jantung Canggu, ada sebuah tempat yang menawarkan cara berbeda untuk menikmati Bali....
Lebarannya Anak Outdoor Kembali Tiba, INDOFEST 2026 Tebar Diskon hingga 70 Persen by Yudasmoro Minasiani 4, June, 2026 Bagi para pencinta alam terbuka, awal Juni selalu memiliki daya tarik tersendiri. Tahun...