Now Reading:

Sambal Naik Kelas: Cara Unik Scoot Rayakan Budaya Indonesia Lewat Traveling


Ada sesuatu yang selalu ikut dalam keseharian orang Indonesia, bahkan saat bepergian jauh sekalipun: sambal.

Bukan sekadar pelengkap makanan, sambal telah menjadi rasa yang akrab, pengingat rumah, sekaligus identitas kecil yang sulit dipisahkan dari perjalanan. Dari kebiasaan inilah Scoot, maskapai bertarif rendah di bawah naungan Singapore Airlines, menghadirkan kampanye terbarunya di Indonesia bertajuk Sambal si Petualang.

Berlangsung di ARTOTEL Gelora Senayan, kampanye ini menjadi perayaan kecil tentang bagaimana budaya kuliner Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam pengalaman perjalanan yang playful sekaligus personal. Scoot menggandeng Martcellia Liunic atau yang lebih dikenal sebagai Liunic, seniman visual asal Jakarta dengan karakter karya yang imajinatif, handcrafted, dan penuh warna. Bersama Liunic, Scoot menciptakan tiga aksesori perjalanan edisi terbatas yang terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Indonesia membawa sambal ke mana pun mereka pergi.

Bukan pouch perjalanan biasa, ketiga aksesori bernama Captain Sambal, Travelling Chili, dan Carry-on Buddy itu dirancang dengan karakter unik khas Liunic lengkap dengan kantong resleting khusus untuk membawa sambal kemasan saat traveling. Ada nuansa jenaka sekaligus familiar di dalam desainnya—seolah mengingatkan bahwa sejauh apa pun perjalanan berlangsung, selalu ada rasa rumah yang ingin dibawa bersama.

Peluncuran kampanye ini turut dihadiri Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan, bersama Liunic. Dalam suasana yang intimate dan penuh warna, media serta kreator konten mendapat kesempatan pertama melihat lebih dekat proses kreatif di balik ilustrasi dan karakter yang menjadi wajah dari Sambal si Petualang.

Semangat kampanye ini kemudian dibawa lebih jauh melalui perjalanan para kreator konten Indonesia yang diterbangkan ke berbagai destinasi Scoot. Tak hanya memperlihatkan aksesori edisi terbatas tersebut, perjalanan mereka juga menjadi cara baru Scoot membangun koneksi dengan generasi traveler Indonesia; mereka yang melihat perjalanan bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri.

Menariknya lagi, aksesori perjalanan ini dikemas dalam konsep blind box, memberi sensasi kejutan bagi pelanggan Scoot di Indonesia. Koleksi edisi terbatas tersebut dapat ditukarkan dengan menunjukkan boarding pass di beberapa bandara, termasuk Soekarno-Hatta International Airport, Juanda International Airport, Yogyakarta International Airport, dan Kualanamu International Airport mulai pertengahan Mei hingga Juli 2026.

Di tengah pertumbuhan jaringan penerbangannya di Indonesia, kampanye ini terasa seperti langkah Scoot untuk berbicara lebih dekat dengan pasar lokal, bukan lewat jargon perjalanan, melainkan melalui sesuatu yang sangat sederhana dan emosional: rasa pedas yang selalu dirindukan. Saat ini Scoot melayani penerbangan ke 16 kota di Indonesia, termasuk Belitung yang baru diluncurkan, dan akan menambah Pontianak sebagai destinasi berikutnya pada Juni 2026.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com