Sofitel Singapore City Centre kini memperkenalkan wajah baru dari kemewahan yang lebih intim melalui Club Millésime, sebuah ruang eksklusif yang tidak sekadar menjadi lounge, melainkan destinasi dalam destinasi. Terletak di Level 6, Club Millésime dirancang sebagai sanctuary bagi para tamu yang terkurasi, yaitu mereka yang menginap di kamar Club dan suite. Begitu melangkah masuk, nuansa gading dan mahoni menyambut dengan kehangatan yang understated, menciptakan atmosfer yang terasa sophisticated. Ini adalah ruang di mana waktu seakan melambat, memberi jeda di tengah ritme perjalanan yang padat. Di pagi hari dimulai dengan sarapan yang menghadirkan harmoni antara rasa dan presentasi. Beranjak siang, pengalaman bergeser ke Le Goûter; ritual afternoon tea khas Prancis yang membawa nuansa klasik dalam balutan modern. Saat sore beranjak malam, suasana berubah semakin hangat dengan sajian aperitif cocktail dan canapés, mengalirkan energi sosial yang ringan namun tetap berkelas. Ambre Whisky Lounge Namun, momen paling memikat hadir saat malam benar-benar mengambil alih. Tepat pukul 19.30, pencahayaan meredup, lilin-lilin mulai menyala, dan Club Millésime bertransformasi menjadi Ambre, sebuah whisky lounge yang intimate dan penuh karakter. Di sinilah seni distilasi menemukan panggungnya. Deretan single malt premium dan bourbon berusia tersaji bukan sekadar sebagai minuman, tetapi sebagai cerita, tentang asal-usul, waktu, dan craftsmanship. Lebih dari sekadar estetika dan kurasi rasa, pengalaman di Club Millésime juga dibingkai oleh layanan yang terasa intuitif. Dari private check-in hingga concierge khusus, setiap detail dirancang untuk menghadirkan kenyamanan yang effortless. Sofitel Singapore City Centre sendiri berdiri sebagai representasi elegan dari pertemuan dua dunia: warisan budaya Singapura dan joie de vivre khas Prancis. Dengan 223 kamar yang dirancang penuh karakter, pilihan kuliner seperti Racines dan 1864, serta fasilitas MICE yang impresif, hotel ini terus menegaskan posisinya sebagai salah satu alamat paling refined di Singapura. POPULARBersembunyi di Libros, Ruang Intim untuk Menikmati Koktail Tanpa Tergesa96Di Jakarta, malam selalu menawarkan banyak pilihan. Namun hanya sedikit tempat yang benar-benar mengajak tamunya untuk berhenti sejenak, memperlambat ritme,…Mencicipi Menu Baru di White Shades Singapura96White Shades Singapura - Enam bulan sejak pembukaannya di Singapura, White Shades kini memperkenalkan menu koktail terbarunya yang diberi nama…Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania96Pecinta kuliner yang merencanakan musim dingin di Niseko akan menemukan satu alasan baru untuk menetap lebih lama di lereng bersalju.… Share This Articles Share this article
Ketika Lobster Premium London Menemukan Ritmenya di Jantung Jakarta by Yudasmoro Minasiani 30, January, 2026
Bersembunyi di Libros, Ruang Intim untuk Menikmati Koktail Tanpa Tergesa by Yudasmoro Minasiani 27, January, 2026
Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania by Febriyanti Salim 10, December, 2025
CasaLena Masuki Babak Baru dengan Menu Latin yang Lebih Personal by Febriyanti Salim 2, December, 2025
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Si “Raja Api” dari MASONRY Bali Bakal Take Over Salty Fish Jakarta by Febriyanti Salim 22, April, 2026 Ada sesuatu dari Bali yang sulit ditiru: aroma kayu terbakar, ritme dapur yang...
5 Pantai Anti-Mainstream di Australia Barat yang Jarang Masuk Itinerary by Yudasmoro Minasiani 17, April, 2026 Ada sisi lain dari Australia Barat yang jarang muncul di feed Instagram, lebih...
Underrated! Ini 5 Wisata di South West Australia yang Bikin Lupa Bali by Febriyanti Salim 17, April, 2026 Ada satu sisi Australia Barat yang tak sekadar indah, ia terasa hidup. Di...