Yogyakarta dan Singapura Jadi Destinasi Favorit Keluarga Indonesia, Shanghai Catat… 17 December 2025 0
Lebih dari Motor, Harley-Davidson Seri 2026 Mendefinisikan Ulang Pengalaman Touring 15 January 2026 0
Di dunia kuliner haute gastronomy, nama Arnaud Donckele berdiri sebagai simbol kepekaan rasa, kedalaman filosofi, dan penghormatan mutlak pada alam. Kini, perjalanan panjang chef visioner asal Prancis itu memasuki babak baru, melintasi Selat Inggris, menuju sebuah rumah bersejarah yang telah lama menjadi kiblat gastronomi Britania Raya: Le Manoir aux Quat’Saisons, A Belmond Hotel, Oxfordshire. Penunjukan Donckele sebagai Culinary Director menandai momen penting, bukan hanya bagi Le Manoir, tetapi juga bagi lanskap kuliner Inggris. Untuk pertama kalinya, sang alkemis rasa membawa semesta kulinernya ke Britania, sebuah pertemuan antara terroir Inggris dan keanggunan teknik Prancis yang selama ini menjadi tanda tangannya. Arnaud Donckele, Culinary Director Le Manoir aux Quat’Saisons, A Belmond Hotel, Oxfordshire Arnaud Donckele: Sang Peracik Rasa dan Makna Di Prancis, reputasi Donckele telah mencapai puncaknya. Ia adalah otak kreatif di balik dua restoran paling bergengsi di negeri tersebut: La Vague d’Or di Saint-Tropez dan Plénitude di Cheval Blanc Paris. Keduanya dianugerahi tiga bintang Michelin, sebuah pengakuan tertinggi atas konsistensi, presisi, dan jiwa dalam setiap hidangan. Namun, Donckele bukan sekadar chef dengan koleksi penghargaan. Ia dikenal sebagai sosok yang memandang masakan sebagai bahasa emosional. Setiap saus, setiap lapisan rasa, dibangun dengan ketelitian nyaris filosofis. Teknik layering yang kompleks, penghormatan mendalam pada musim, serta pemaknaan terroir menjadikan kreasinya lebih dari sekadar santapan, melainkan narasi yang hidup di atas piring. Bertemu Le Manoir: Alam, Tradisi, dan Masa Depan Kehadiran Donckele di Le Manoir terasa nyaris tak terelakkan. Properti legendaris ini sejak lama identik dengan keberlanjutan, inovasi, dan filosofi garden-to-table; nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip hidup Donckele. Di Oxfordshire, ia akan bekerja berdampingan dengan taman-taman produktif Le Manoir, para petani lokal, serta produsen darat dan perairan. Hasilnya adalah sebuah pendekatan kuliner yang berakar kuat pada tanah Britania, namun tetap dibalut keanggunan klasik Prancis. Sebuah dialog antara dua tradisi, diramu dengan sensitivitas tinggi terhadap alam dan musim. Arnaud Donckele mengolah perkebunan sebagai sumber materi kulinernya “Membawa masakan saya ke Inggris untuk pertama kalinya, terlebih di tempat yang sarat makna seperti Le Manoir aux Quat’Saisons, merupakan kehormatan besar,” ujar Donckele. Kekagumannya pada etos Raymond Blanc tentang rasa hormat pada alam dan komitmen terhadap keberlanjutan, menjadi fondasi kolaborasi ini. Baginya, amanah dari Belmond bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk melanjutkan kisah besar Le Manoir tanpa kehilangan jiwanya. Estafet dari Raymond Blanc Bagi Raymond Blanc OBE, pendiri Le Manoir dan salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia kuliner Inggris, momen ini adalah tentang kepercayaan dan kesinambungan. Menyerahkan tongkat estafet kepada Donckele bukan keputusan yang ringan, namun terasa tepat. “Arnaud adalah seniman, alkemis, dan pemikir,” ungkap Blanc. Nilai-nilai yang dipegang Donckele, tentang alam, kejujuran bahan, dan integritas rasa, selaras sepenuhnya dengan roh Le Manoir. Sebuah perjalanan panjang kini dilanjutkan oleh tangan yang tepat. Era Baru Le Manoir Di bawah arahan kuliner Arnaud Donckele, Le Manoir bersiap memasuki fase transformasi. Konsep-konsep kuliner baru akan diperkenalkan, masing-masing dirancang sebagai pengalaman yang menggabungkan keahlian, emosi, dan cerita. Warisan Le Manoir tetap menjadi inti, namun diekspresikan ulang melalui kreativitas yang lebih berani dan pendekatan yang lebih imersif. Transformasi Le Manoir aux Quat’Saisons juga mencerminkan komitmen Belmond dalam merawat ikon-ikon budaya dunia. Seperti halnya Villa San Michele di Florence, Splendido di Portofino, dan Maroma di Riviera Maya, Le Manoir diperlakukan bukan sebagai monumen masa lalu, melainkan warisan hidup yang terus berkembang dengan integritas. POPULARBerkisah Melalui Rasa, Bagaimana Kisarasa Angkat Kuliner Indonesia79Di balik aroma rempah yang khas dan tekstur kuliner yang kaya rasa, ada kisah yang sering luput dari perhatian. Bukan…Menghidupkan Kuliner Afrika Selatan dengan Filosofi Lautan Ala Chef Ángel León75Di titik pertemuan Samudra Atlantik dan Hindia, Cape Town kembali menghadirkan kejutan kuliner yang menggugah rasa. Mount Nelson, A Belmond…Kisah Para Perempuan Heroik di Balik Anggur Organik Italia66Ada aroma istimewa yang kini mengalun di setiap Il Ristorante, Niko Romito di Bvlgari Hotels & Resorts di seluruh dunia.… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Menghidupkan Kuliner Afrika Selatan dengan Filosofi Lautan Ala Chef Ángel León by Yudasmoro Minasiani 10, December, 2025
Filosofi Baru Ida Bagus Kharisma Wijaya, Sang Penerus Segara Village Hotel by Yudasmoro Minasiani 17, November, 2025
Jannik Sinner, Simbol Presisi dan Passion dalam Dunia Perjalanan Mewah by Febriyanti Salim 26, August, 2025
Win Min dan Mimpi Baru di Eastern & Oriental Express Southeast Asia by Febriyanti Salim 23, April, 2025
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Amangati Resmi Berlayar! Superyacht Privat dengan Rasa Resort Bintang Lima by Yudasmoro Minasiani 22, January, 2026 Aman membuka babak baru dalam dunia pelayaran ultra-mewah melalui Amangati, superyacht pertama Aman...
Bukan Sekadar Menginap, Sanggraloka Ubud Menawarkan Perjalanan Penyembuhan by Febriyanti Salim 21, January, 2026 Di tengah hutan Ubud yang hijau dan aliran sungai yang tenang, sebuah pola...
Saatnya Eksplor Afrika! Ethiopian Airlines Diskon Tiket hingga 80 Persen by Yudasmoro Minasiani 20, January, 2026 Ethiopian Airlines merayakan ulang tahun ke-80 dengan peluncuran kampanye global selama 80 hari...