Now Reading:

Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania


Pecinta kuliner yang merencanakan musim dingin di Niseko akan menemukan satu alasan baru untuk menetap lebih lama di lereng bersalju. Setelah menempuh perjalanan panjang antara Bali dan berbagai dapur berpengaruh di Australia, Tom Jack kini menurunkan sentuhan refined-nya ke jantung Hirafu. Bersama Co-Founder Ben Cross, ia menghadirkan MASONRY. Japan, cabang internasional pertama dari grup restoran yang identik dengan wood-fired cooking bergaya Mediterania dan craftsmanship yang tertata rapi.

Tom Jack (kiri) dan Ben Cross (kanan). Foto: Dok MASONRY.

Berlokasi di Niseko Kyo, sebuah ski-in ski-out condo hotel yang menjadi bintang baru kawasan Upper Hirafu, MASONRY. Japan dirancang sebagai tempat singgah yang hangat setelah seharian bermain salju. Di sini, kesederhanaan cita rasa Mediterania bertemu kekayaan produk musiman Hokkaido. Dari susu Hokkaido yang melimpah, seafood musim dingin yang ultra-segar, hingga aroma herbal pegunungan. Semuanya dipertajam lewat permainan api yang menjadi DNA MASONRY. Para tamu dapat menjelajah menu à la carte saat makan siang, kemudian beralih ke pengalaman set menu yang lebih intim untuk makan malam.

Beberapa signature yang langsung mencuri perhatian antara lain Halloumi buatan sendiri dengan madu soba dan kombu, Yellowfin Tuna Crudo berpadu kuning telur asap, Giant Hokkaido Scallops dengan seaweed butter, hingga Furano Wagyu Striploin yang dipasangkan mandarin kosho. Ada pula Wood-Fired King Crab dan es krim Miso-Hokkaido Milk yang memanjakan penikmat dessert

Cured meat selection (Foto: Dok. MASONRY.)

Ritme yang sama terasa di bar yang dipimpin Zac de Git, sosok di balik beberapa program koktail terbaik Singapura. Daftar minuman bergerak luwes antara comfort drinks dan kreasi khas cuaca dingin, seperti Margarita a la MASONRY., Canggu Fizz, hingga Goma, koktail khas Niseko berbasis sesame spirit dan citrus. Koleksi wine yang dikurasi COO Marcus Boyle, anggota Court of Master Sommeliers, dihadirkan dengan pendekatan clean dan style-forward, menonjolkan produsen regional hingga internasional. 

Foto: Dok. MASONRY.

Rahasia di Balik Dapur

Di balik dapur, dua figur kunci memainkan peran penting. Ben Cross, yang telah membentuk reputasi kuliner Bali melalui Brett Hospitality Group, membawa filosofi elevated simplicity dan kecintaannya pada bahan baku terbaik. Sementara itu, Tom Jack yang tumbuh dekat dengan tanah dan laut di Northern Rivers, Australia, membawa ketenangan, ketelitian, dan pemahaman mendalam terhadap teknik api. Kolaborasi mereka terasa natural dalam pengalaman bersantap yang ditawarkan MASONRY. Japan.

Foto: Dok. MASONRY.

Niseko Kyo sendiri menjadi latar ideal bagi restoran ini. Dibuka pada 2023, properti ini menawarkan ski-in ski-out, onsen pribadi di sebagian besar unit, ski valet, restoran, gym, hingga concierge yang sigap. Melalui kolaborasi dengan The Luxe Nomad, jaringan manajemen vila dan properti liburan mewah terbesar di Asia Pasifik, MASONRY. Japan juga terhubung dengan ekosistem perjalanan premium yang semakin memperkuat positioning-nya.

Setelah mengukir jejak kuliner di Bali melalui Fishbone Local, MASONRY. Canggu, The Back Room, MASONRY. Uluwatu, dan Bar Vera, kehadiran mereka di Niseko menjadi bab baru yang menjanjikan. Sebuah pengalaman kuliner hangat di tengah musim dingin yang intens, diracik oleh dua koki yang memahami betul bagaimana menghadirkan rasa yang jujur, elegan, dan memorable.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com