Yogyakarta dan Singapura Jadi Destinasi Favorit Keluarga Indonesia, Shanghai Catat… 17 December 2025 0
Lebih dari Motor, Harley-Davidson Seri 2026 Mendefinisikan Ulang Pengalaman Touring 15 January 2026 0
Ada sesuatu yang begitu memikat saat senja turun di Nusa Dua, angin laut berembus lembut, suara gamelan terdengar samar, dan aroma rempah mulai memenuhi udara. Di tengah suasana magis itu, Grand Hyatt Bali kembali mempersembahkan Pasar Senggol, destinasi kuliner legendaris yang kini tampil dengan sentuhan baru yang lebih hangat. Suasana Pasar Senggol (Foto: Dok. Grand Hyatt Bali) Lebih dari sekadar tempat makan, Pasar Senggol adalah perjalanan menyelami jantung budaya Indonesia. Begitu melangkah masuk, serasa memasuki pasar malam khas Bali, terang benderang oleh warna, ritme, dan senyum hangat para penjaja kuliner. Di sini, setiap sajian bukan hanya tentang rasa, tapi juga kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Suasana yang Hidup, Penuh Warna dan Cerita Pasar Senggol didesain menyerupai pasar desa Bali yang ramai dan bersahabat. Lampu-lampu gantung menari di antara pepohonan, alunan musik tradisional berpadu dengan tawa para pengunjung, menciptakan suasana yang begitu hidup. Di sela-sela hidangan, para penari Bali menggelar gerak anggun mereka, diiringi tabuhan gamelan yang membawa suasana semakin syahdu. Makan malam di sini terasa seperti pesta budaya di bawah bintang-bintang, hangat, eksotis, dan penuh pesona. Semangat Kebersamaan Kini, Pasar Senggol juga hadir dengan semangat baru: memberi ruang bagi para pelaku UMKM lokal untuk bersinar. Karya para pengrajin dan seniman Bali menghiasi area makan, bukan hanya sebagai dekorasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan rasa. Inilah cara Grand Hyatt Bali mendukung komunitas lokal sekaligus menjaga denyut tradisi yang membuat Indonesia begitu istimewa. Setiap sudut Pasar Senggol menyimpan keindahan yang siap dinikmati, seperti dapur interaktif, pameran budaya, dan kehangatan khas perkampungan Bali. Semua berpadu menciptakan harmoni yang membuat setiap makan malam terasa istimewa. Cone of Blessing: Malam Tumpeng Nusantara (Foto: Dok. Grand Hyatt Bali) Sebagai bagian dari perayaan budaya, Pasar Senggol menghadirkan Cone of Blessings: Malam Tumpeng Nusantara, digelar pada hari-hari tertentu pukul 18.00–22.00 WITA. Malam ini adalah perayaan rasa dan kebersamaan, di mana buffet penuh hidangan tradisional mengelilingi ikon kuliner Nusantara: Tumpeng. Suasana semakin semarak dengan penampilan live band yang mengalunkan lagu-lagu bernuansa Indonesia. Harga mulai IDR 645.000++ untuk Malam Tumpeng, atau IDR 895.000++ untuk pengalaman kuliner lengkap Pasar Senggol. Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp +62 85-5390-3658 atau email ke balgh-dining.reservation@hyatt.com. POPULAROliverra, Sebuah Tafsir Baru Kuliner Pesisir92Di atas tebing-tebing putih Ungasan, tempat laut dan langit menyatu tanpa batas, Oliverra di Umana Bali membuka babak baru dalam…Longtime, Restoran Baru di Berawa dengan Sentuhan Retro91Longtime Bali - Bali kembali memancarkan pesona kulinernya dengan kehadiran Longtime, restoran dan bar modern Asia yang kini menghiasi kawasan…KALA, Restoran Bergaya Yunani di Bukit Uluwatu91KALA Uluwatu - Tambahan terbaru di dunia kuliner yang ramai di Uluwatu, KALA Uluwatu secara resmi membuka pintunya pada Juni… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Mixology Collective, Sebuah Simfoni Rasa di Atas Tebing Ungasan by Yudasmoro Minasiani 27, October, 2025
Barefoot Luxury di Uluwatu: Sebuah Pelarian untuk Jiwa yang Lelah by Yudasmoro Minasiani 23, October, 2025
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Arnaud Donckele, Sang Alkemis Rasa dari Prancis by Yudasmoro Minasiani 23, January, 2026 Di dunia kuliner haute gastronomy, nama Arnaud Donckele berdiri sebagai simbol kepekaan rasa,...
Amangati Resmi Berlayar! Superyacht Privat dengan Rasa Resort Bintang Lima by Yudasmoro Minasiani 22, January, 2026 Aman membuka babak baru dalam dunia pelayaran ultra-mewah melalui Amangati, superyacht pertama Aman...
Bukan Sekadar Menginap, Sanggraloka Ubud Menawarkan Perjalanan Penyembuhan by Febriyanti Salim 21, January, 2026 Di tengah hutan Ubud yang hijau dan aliran sungai yang tenang, sebuah pola...