Now Reading:

Menghidupkan Kuliner Afrika Selatan dengan Filosofi Lautan Ala Chef Ángel León


Di titik pertemuan Samudra Atlantik dan Hindia, Cape Town kembali menghadirkan kejutan kuliner yang menggugah rasa. Mount Nelson, A Belmond Hotel, resmi membuka Amura, sebuah ruang gastronomi yang membawa napas baru dari sosok visioner: Chef Ángel León. Untuk pertama kalinya, “El Chef del Mar” meninggalkan tanah Spanyol untuk menanamkan filosofinya di belahan dunia lain, menyentuh Cape Town dengan perspektif laut yang lebih dalam, lebih jujur, dan lebih manusiawi.

Chef Angel Leon (nomor dua dari kanan) dan Kitchen Team (Foto: Dok. Amura)

Bagi Ángel León, memasak selalu dimulai dari laut.

Ia bukan sekadar koki; ia adalah nelayan yang tumbuh dari ritme gelombang, dari aroma asin yang menandai perjalanan hidupnya. Karena itu, ketika ia berkata bahwa memasak di Cape Town adalah “merasakan lautan dari sudut berbeda,” itu bukan kalimat puitis belaka. Ini adalah kredo seorang manusia yang hidupnya dipersembahkan untuk memahami ekosistem laut dan mengubahnya menjadi bahasa rasa yang menggugah. Di Amura, ia tidak datang untuk menaklukkan; ia datang untuk belajar, menyerap pengalaman, dan merayakan perbedaan rasa serta budaya.

Interior Amura (Foto: Dok. Amura)

Warisan tersebut ia bangun bersama sang adik, Carlos, melalui Aponiente, restoran tiga Bintang MICHELIN yang juga meraih MICHELIN Green Star pertama di Andalusia. Di sana, Ángel León memecahkan batas gastronomi: mengubah fitoplankton menjadi “emas hijau” dapurnya, menjadikan Zostera marina sebagai “padi laut,” hingga memproses by-catch dan “madu laut” menjadi kreasi haute cuisine yang mengundang decak kagum para penikmat rasa. Kini, semangat eksperimental itu dibawa ke Cape Town melalui Amura, dipandu oleh Head Chef Guillermo Salazar, sosok dengan rekam jejak kuat dari Eleven Madison Park hingga Arzak.

Foto: Dok. Amura

Menu perdana Amura adalah dialog dua dunia: Andalusia dan Cape. Ada Plankton Risotto dengan warna hijau elektrik yang menjadi signature Ángel León, Yellowtail Tartare yang memadukan escabeche khas Spanyol dengan jeruk Cape, hingga hidangan-hidangan yang menangkap karakter Atlantik Selatan melalui kelembutan kelp, kerang, dan oyster lokal. Setiap piring adalah cerita tentang laut, tentang tekstur, mineralitas, keseimbangan, dan rasa hormat terhadap sumber daya alam yang rapuh.

Atmosfer restoran pun dibangun layaknya panggung sinematik. Interior karya Tristan du Plessis memadukan keanggunan kapal pesiar era klasik dengan elemen-elemen organik dari hutan kelp, kayu hangat, bronze, dan lekukan lembut yang mengingatkan pada lambung kapal. Di tengah ruangan, berdiri perpustakaan anggur dua tingkat yang menjadi ikon visual, sementara dapur terbuka berfungsi sebagai jantung restoran, tempat “pertunjukan” Ángel León dan timnya dihidupkan dalam wujud api, uap, dan aroma laut.

Lebih dari sekadar perjalanan kuliner, Amura adalah pernyataan kolektif tentang kesadaran lingkungan. Selaras dengan komitmen Mount Nelson terhadap keberlanjutan, restoran ini memanfaatkan spesies laut yang sering diabaikan dan memadukan botanical dari taman hotel sendiri. Visi besar ini diracik bersama General Manager Markus Fiedler, yang mempertemukan keramahtamahan presisi ala Eropa dengan kehangatan Cape Town.

Di tangan Ángel León, laut bukan sekadar bahan baku, tapi karakter utama. Amura menjadi panggung global berikutnya bagi seorang chef yang tidak hanya memasak, tetapi mengubah cara dunia memahami kekayaan laut. Sebuah ajakan untuk kembali mendengarkan suara ombak, merayakan keberagaman, dan mengapresiasi kisah-kisah yang disimpan di kedalaman air.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com