Lebih dari Motor, Harley-Davidson Seri 2026 Mendefinisikan Ulang Pengalaman Touring 15 January 2026 0
Di titik pertemuan Samudra Atlantik dan Hindia, Cape Town kembali menghadirkan kejutan kuliner yang menggugah rasa. Mount Nelson, A Belmond Hotel, resmi membuka Amura, sebuah ruang gastronomi yang membawa napas baru dari sosok visioner: Chef Ángel León. Untuk pertama kalinya, “El Chef del Mar” meninggalkan tanah Spanyol untuk menanamkan filosofinya di belahan dunia lain, menyentuh Cape Town dengan perspektif laut yang lebih dalam, lebih jujur, dan lebih manusiawi. Chef Angel Leon (nomor dua dari kanan) dan Kitchen Team (Foto: Dok. Amura) Bagi Ángel León, memasak selalu dimulai dari laut. Ia bukan sekadar koki; ia adalah nelayan yang tumbuh dari ritme gelombang, dari aroma asin yang menandai perjalanan hidupnya. Karena itu, ketika ia berkata bahwa memasak di Cape Town adalah “merasakan lautan dari sudut berbeda,” itu bukan kalimat puitis belaka. Ini adalah kredo seorang manusia yang hidupnya dipersembahkan untuk memahami ekosistem laut dan mengubahnya menjadi bahasa rasa yang menggugah. Di Amura, ia tidak datang untuk menaklukkan; ia datang untuk belajar, menyerap pengalaman, dan merayakan perbedaan rasa serta budaya. Interior Amura (Foto: Dok. Amura) Warisan tersebut ia bangun bersama sang adik, Carlos, melalui Aponiente, restoran tiga Bintang MICHELIN yang juga meraih MICHELIN Green Star pertama di Andalusia. Di sana, Ángel León memecahkan batas gastronomi: mengubah fitoplankton menjadi “emas hijau” dapurnya, menjadikan Zostera marina sebagai “padi laut,” hingga memproses by-catch dan “madu laut” menjadi kreasi haute cuisine yang mengundang decak kagum para penikmat rasa. Kini, semangat eksperimental itu dibawa ke Cape Town melalui Amura, dipandu oleh Head Chef Guillermo Salazar, sosok dengan rekam jejak kuat dari Eleven Madison Park hingga Arzak. Foto: Dok. Amura Menu perdana Amura adalah dialog dua dunia: Andalusia dan Cape. Ada Plankton Risotto dengan warna hijau elektrik yang menjadi signature Ángel León, Yellowtail Tartare yang memadukan escabeche khas Spanyol dengan jeruk Cape, hingga hidangan-hidangan yang menangkap karakter Atlantik Selatan melalui kelembutan kelp, kerang, dan oyster lokal. Setiap piring adalah cerita tentang laut, tentang tekstur, mineralitas, keseimbangan, dan rasa hormat terhadap sumber daya alam yang rapuh. Atmosfer restoran pun dibangun layaknya panggung sinematik. Interior karya Tristan du Plessis memadukan keanggunan kapal pesiar era klasik dengan elemen-elemen organik dari hutan kelp, kayu hangat, bronze, dan lekukan lembut yang mengingatkan pada lambung kapal. Di tengah ruangan, berdiri perpustakaan anggur dua tingkat yang menjadi ikon visual, sementara dapur terbuka berfungsi sebagai jantung restoran, tempat “pertunjukan” Ángel León dan timnya dihidupkan dalam wujud api, uap, dan aroma laut. Plankton Rissoto Seaweed Martini South Africa Tuna Lebih dari sekadar perjalanan kuliner, Amura adalah pernyataan kolektif tentang kesadaran lingkungan. Selaras dengan komitmen Mount Nelson terhadap keberlanjutan, restoran ini memanfaatkan spesies laut yang sering diabaikan dan memadukan botanical dari taman hotel sendiri. Visi besar ini diracik bersama General Manager Markus Fiedler, yang mempertemukan keramahtamahan presisi ala Eropa dengan kehangatan Cape Town. Di tangan Ángel León, laut bukan sekadar bahan baku, tapi karakter utama. Amura menjadi panggung global berikutnya bagi seorang chef yang tidak hanya memasak, tetapi mengubah cara dunia memahami kekayaan laut. Sebuah ajakan untuk kembali mendengarkan suara ombak, merayakan keberagaman, dan mengapresiasi kisah-kisah yang disimpan di kedalaman air. POPULARBerkisah Melalui Rasa, Bagaimana Kisarasa Angkat Kuliner Indonesia80Di balik aroma rempah yang khas dan tekstur kuliner yang kaya rasa, ada kisah yang sering luput dari perhatian. Bukan…Arnaud Donckele, Sang Alkemis Rasa dari Prancis75Di dunia kuliner haute gastronomy, nama Arnaud Donckele berdiri sebagai simbol kepekaan rasa, kedalaman filosofi, dan penghormatan mutlak pada alam.…August Jakarta dan Kisah Manis di Balik Menu Barunya63August Jakarta - Angin segar kembali berhembus di dunia gastronomi setelah sempat vakum akibat pandemi. Beberapa restoran kembali membuka gerai… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Filosofi Baru Ida Bagus Kharisma Wijaya, Sang Penerus Segara Village Hotel by Yudasmoro Minasiani 17, November, 2025
Jannik Sinner, Simbol Presisi dan Passion dalam Dunia Perjalanan Mewah by Febriyanti Salim 26, August, 2025
Win Min dan Mimpi Baru di Eastern & Oriental Express Southeast Asia by Febriyanti Salim 23, April, 2025
Berkisah Melalui Rasa, Bagaimana Kisarasa Angkat Kuliner Indonesia by Yudasmoro Minasiani 27, March, 2025
Pakar Anggur Paling Disegani, Anne Krebiehl Terpilih Sebagai Master of Wine Baru di Qatar Airways by Yudasmoro Minasiani 3, December, 2024
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Merayakan Imlek di Puncak Tebing Ungasan by Febriyanti Salim 2, February, 2026 Menghadap langsung ke Samudra Hindia, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts menyambut Tahun...
Menú Especial de Almuerzo: Ritual Makan Siang ala Sudestada by Yudasmoro Minasiani 2, February, 2026 Di tengah denyut Jakarta yang tak pernah benar-benar melambat, makan siang sering...
Ketika Lobster Premium London Menemukan Ritmenya di Jantung Jakarta by Yudasmoro Minasiani 30, January, 2026 Jakarta tak pernah kekurangan destinasi makan baru, tetapi hanya sedikit yang benar-benar membawa...