Ubud memang menjadi lokasi sempurna bagi yang ingin lari dari keramaian turistik dan mencari hawa sejuk. Dirancang khusus oleh Bill Bensley, Capella Ubud menawarkan hunian berkonsep tenda dengan sentuhan kemewahan yang berbaur dengan alam sekitar. Memasuki penginapan ini rasanya seperti mengasingkan diri ke tengah hutan tropis. Tentu saja ini berkat konsep ramah lingkungan yang ditanamkan di hunian besutan The Capella Hotels & Resorts ini.

Mengangkat tema “minimal intervention“, Capella Ubud mencoba untuk menyatu dengan alam semaksimal mungkin, Terbukti dengan saat proses pembangunannya pun tidak merusak satu pohon pun yang ada di lokasi. Justru pepohonan liar dibiarkan tumbuh menjadi penopang dan dekorasi resort ini.



Untuk memenuhi kebutuhan pangan para tamu, Capella Ubud mengelola perkebunan privat yang mencakup tanaman organik dan tambak udang serta sarang lebah sebagai penyedia madu alami.  Rencananya perkebunan ini akan diperluas dan melibatkan warga lokal untuk menjual hasil buminya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Capella Ubud (@capellaubud) on

Selain menawarkan lokasi dengan pemandangan alam khas Bali,  Capella Ubud juga mengajak para tamunya untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat lokal serta mengedukasi tamu untuk menyadari pentingnya pola hidup berkelanjutan. Resort eksotis di tengah hutan tropis ini melarang penggunaan plastik sekali pakai di seluruh propertinya. Begitu juga dengan kontribusi pada warga lokal, yaitu memberikan kursus bahasa Ingrris di mana warga hanya wajib membayar dengan botol-botol plastik bekas untuk didaur ulang.

Aksi ramah lingkungan ini tak hanya berlaku di Capella Ubud namun di semua properti The Capella Hotels & Resorts yang disebut dengan PACT (Plastic Action), sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh World Wild Fund (WWF) dan Badan Lingkungan Singapura (NEA).



Facebook Comments