Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand 8 September 2026 0
Bali – Tak mudah untuk bisa tampil sebagai salah satu pegiat kuliner yang inspiratif di Bali. Namun bagi Sherrine Budiman, rasanya tak ada yang tak mungkin. Wanita pecinta seni yang juga pendiri Flock dan Moon Sipper Club ini berbagi kisah bagaimana ia memulai kiprahnya sebagai wanita pegiat kuliner inspiratif di Bali. Jatuh Cinta pada Seni Impian untuk bisa bekerja di dunia kreatif sebetulnya sudah tertanam dalam diri Sherrine sejak usia dini. Bahkan ia sudah jatuh cinta pada bidang ini sejak masa kecilnya. Sejak kecil, saya selalu ingin menjadi seniman atau bekerja di dunia kreatif. “Sejak kecil, saya selalu ingin menjadi seniman atau bekerja di dunia kreatif. Namun, orangtua saya berasal dari industri keuangan dan bersikeras bahwa setidaknya saya harus mendapatkan gelar bisnis terlebih dahulu sebelum mencoba masuk ke dunia seni dan desain,” kenang Sherrine. Sherrine Budiman (Foto: Dok. Sherrine Budiman) Kondisi inilah yang membuat Sherrine akhirnya tetap memburu mimpinya dengan melanjutkan pendidikan Arsitektur Interior di Los Angeles usai meraih gelar Sarjana Psikologi dan Magister Manajemen Bisnis. Kembali ke Indonesia, Sherrine memulai berbagai proyek untuk menorehkan bakat artistiknya. Ia mendirikan sebuah hotel butik, restoran, dan pusat penitipan anak yang masing-masing menunjukkan dedikasinya pada dunia kreativitas dan desain. Namun, masa pandemi membuatnya harus fokus untuk berkreasi di Bali dan sekaligus membawanya pada Tempakultura. Sebuah wadah kreatif yang digagas Sherrine untuk merembuk berbagai masalah, seperti kesejahteraan hewan dan pemberdayaan perempuan. Berkenalan dengan Dunia Kuliner Peran Sherrine dalam dunia kuliner juga sudah dimulai sejak lama. Ia mulai tertarik pada mixology saat menjalani masa studinya di Kanada. Saat itu, Sherrine mengunjungi banyak bar koktail dan berbincang dengan para bartender sembari menikmati koktail kreasi mereka. Inspirasi koktail dari Kanada dilanjutkan Sherrine di Bali dengan mengambil sertifikasi di Behind Bars Bartender Academy. Bekal inilah yang kemudian mewujudkan kreasi Sherrine melalui Moon Sipper Club, sebuah klub untuk menikmati koktail di Ubud yang baru digagasnya. Jatayu Jolt (Foto: Dok. Moon Sipper Club) Tak sekadar pilihan koktail, Moon Sipper Club dirancang sedemikian rupa seolah menjadi wadah dimana Sherrine menceritakan kisah-kisahnya melalui koktail. Koktail favoritnya di sini adalah Jatayu Jolt yang terinspirasi dari koktail klasik Penicillin yang diracik dari Scotch, jahe, madu dan lemon. Masih di lokasi yang sama, Sherrine juga mengelola Flock, sebuah restoran yang memadukan ruang bersantap yang nyaman dan desain kreatif, hidangan Amerika modern serta pengelolaan berbasis keberlanjutan. Flock (Foto: Dok. Flock) Dedikasi, Kreativitas dan Komitmen Kiprah Sherrine tak hanya sampai di situ. Ia sedang memperisapkan Baleine, sebuah bistro dan bar bergaya Eropa modern di kawasan Jakarta Selatan yang rencananya akan segera memulai debutnya. Di Bali, gerai terbarunya, Old Pals di kawasan Pererenan juga sedang disiapkan. Tempat ini rencananya akan menawarkan pengalaman nyaman bersantap roti sambil menikmati kopi di pagi hari dan malamnya berubah menjadi tempat untuk menikmati burger dan bir pilihan. Menurut Sherrine, kesuksesannya berasal dari dedikasi, kreativitas dan komitmen terhadap dampak yang bermakna. “Cintai dan banggakan bisnis Anda, konsisten dengan kualitas, selalu beri ruang untuk perbaikan,” terang Sherrine. “Satu-satunya cara untuk mencapai dan benar-benar menikmati tujuan Anda adalah ketika Anda menjalaninya dengan seimbang dan mindful life,” tambahnya. Rasanya memang tak mudah untuk menjalankannya. Namun, perjuangan untuk wujudkan mimpi biasanya juga didorong oleh inspirasi. Sherrine banyak mendapat inspirasi dari David Chang, pengusaha restoran asal Amerika Serikat yang juga pendiri jaringan restoran Momofuku. “Saya suka bagaimana dia berhasil menciptakan sebuah brand gaya hidup yang berpusat pada kecintaan akan makanan dan minuman yang menyenangkan. Tidak harus mewah, tapi membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang menikmatinya,” terang Sherrine. “Sebuah dedikasi yang benar-benar menginspirasi untuk selalu tumbuh dan tetap ingin mencoba hal-hal baru bahkan ketika Anda mungkin sudah mencapai tujuan awal Anda,” tambah Sherrine. POPULARMenikmati Senja di Pererenan, dari Sentuhan Eropa Hingga Aroma Timur Tengah75Ada bagian Bali yang tak lagi mengejar sorotan, namun justru menemukan momentumnya sendiri saat malam turun perlahan. Pererenan adalah salah…Flock Ubud: Menu Nostalgia di Ruang Kreatif75Flock Ubud - Ingat film animasi Ratatouille dimana menu rumahan sederhana bisa menjadi sesuatu yang mengharukan dan istimewa? Inilah yang…5 Alasan untuk Mampir dan Bersantap di Honey & Smoke, Ubud74Honey & Smoke - Salah satu pelopor restoran-restoran inovatif di Bali, Will Meyrick belum lama ini merilis salah satu propertinya… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Bali yang Tak Ada di Brosur Wisata: Menemukan Pulau Dewata Lewat Orang-Orang yang Menjaganya by Febriyanti Salim 21, September, 2026
Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026
7 Cara Menikmati Wellness Escape di Grand Hyatt Bali, dari Tennis hingga Ritual Melukat by Yudasmoro Minasiani 15, September, 2026
Alunê di W Bali – Seminyak: Ketika Luxury Travel Tak Lagi Soal Kemewahan, tapi Cara Menikmati Waktu by Novani Nugrahani 14, September, 2026
Tradisi Bali Bertemu Kreativitas Modern di Powerful Indonesia Festival 2026 by Febriyanti Salim 20, August, 2026
Bukan Sekadar Steakhouse, RISERVA Membawa Ritual Bali ke Meja Fine Dining by Yudasmoro Minasiani 18, August, 2026
Shelter Sessions Vol. 12 Bawa Gastronomi Berbasis Api ke Pererenan by Febriyanti Salim 18, August, 2026
Kuliner Ubud Tengah Berevolusi: Chupacabras Tawarkan Steak Premium dengan Panorama Hutan Bali by Irma Andiani 6, July, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Bali yang Tak Ada di Brosur Wisata: Menemukan Pulau Dewata Lewat Orang-Orang yang Menjaganya by Febriyanti Salim 21, September, 2026 Bali barangkali merupakan salah satu destinasi yang paling mudah dikenali di dunia. Pura,...
Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah geliat pariwisata Pererenan, Bali, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman menginap yang...
Kemang Icon Hotel: Ketika Sebuah Hotel Memilih Bertahan Hanya dengan 12 Kamar by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah kawasan Kemang yang terus berubah, hotel-hotel baru datang dengan berbagai konsep,...