Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand 8 September 2026 0
Di tengah geliat pariwisata Pererenan, Bali, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman menginap yang berbeda. Mengusung konsep Hôtel Particulier & Spa, properti eksklusif ini dirancang layaknya rumah pribadi, bukan hotel konvensional. Berlokasi tak jauh dari pantai dan berada di luar hiruk-pikuk Canggu, La Réserve 1785 menghadirkan 13 suite, taman tropis, restoran, dan spa yang mengedepankan privasi serta ketenangan. Properti ini dirancang dan didirikan oleh arsitek asal Prancis, Laura Juhen, dengan pendekatan yang menempatkan pengalaman emosional sebagai bagian penting dari perjalanan tamu. Foto: Supplied Kisah La Réserve 1785 berawal dari cerita Henriette Reboul, pedagang barang antik asal Aix-en-Provence, Prancis, yang disebut jatuh cinta kepada seorang gubernur Belanda yang telah menikah pada 1935. Hubungan yang harus dirahasiakan itu membawanya ke Pererenan, tempat ia menciptakan sebuah perlindungan pribadi bernama La Réserve. Terlepas dari apakah kisah tersebut merupakan sejarah atau mitos, cerita Henriette menjadi fondasi naratif bagi properti ini. Setiap ruang dirancang untuk menerjemahkan gagasan tentang cinta, privasi, dan keinginan untuk menjauh sejenak dari sorotan dunia. Foto: Supplied Nuansa Prancis dan Bali berpadu melalui detail arsitektur yang dirancang secara personal. Lobi La Réserve 1785 menghadirkan buku-buku pilihan dari Prancis, lampu kristal khusus, lantai parket bergaya Versailles yang dikerjakan di Bali, serta kain-kain dari Prancis bagian selatan. Sementara itu, taman properti menjadi ruang transisi dari struktur arsitektur menuju lanskap tropis Bali. Salah satunya, Mink’s Garden, terinspirasi dari tradisi monastik abad ke-13 dan ditanami rosemary, thyme, serta lavender yang juga dimanfaatkan dalam kebutuhan dapur dan ritual di dalam properti. Foto: Supplied Pengalaman menginap di La Réserve 1785 dibangun melalui detail-detail yang mengutamakan kenyamanan tubuh dan ketenangan pikiran. Ketiga belas suite tidak menggunakan nomor kamar, tapi nama-nama yang berkaitan dengan kisah Henriette. Nama-nama seperti Henriette, Jean-Paul, Gabrielle, Hélène, Louis, Gaston, Simone, Laure, Edouard, Joseph, Rose, dan Marie menjadi bagian dari identitas ruangan. Material seperti kayu, batu, dan plester bertekstur menciptakan suasana hangat sekaligus membantu meredam suara. Di area lain, kolam renang yang terinspirasi dari Tirta Empul menghadirkan ruang untuk berenang, membaca, berbincang, maupun menikmati keheningan. Sementara itu, spa yang tersembunyi dan minim cahaya alami menawarkan perawatan yang memadukan pendekatan Prancis dengan intuisi Bali. Laura Juhen (Foto: Supplied) Bagi Laura Juhen, kemewahan masa kini bukan lagi tentang apa yang dapat diperoleh atau dipamerkan, melainkan tentang waktu dan ruang yang sepenuhnya menjadi milik tamu. Melalui Le Café Rouge, sarapan tanpa jadwal yang kaku, serta atmosfer yang mendorong seseorang untuk menikmati momen tanpa tekanan, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman yang lebih personal. Properti ini ditujukan bagi mereka yang mencari kedalaman pengalaman, bukan sekadar kemewahan visual. Di Pererenan, La Réserve 1785 ingin menghadirkan sebuah perlindungan. POPULARTUI BLUE Berawa Hadir di Canggu, Gabungkan Wellness, Padel, dan Lifestyle dalam Satu Destinasi93Di jantung Canggu, ada sebuah tempat yang menawarkan cara berbeda untuk menikmati Bali. Bukan sekadar tempat bermalam, tapi ruang di…Umana Bali, Oase di Ujung Selatan Pulau Dewata93Bali tidak pernah kekurangan tempat menginap mewah, tetapi ada satu nama baru yang mencuri perhatian sejak kehadirannya: Umana Bali, LXR…Mengapung dalam Keheningan di Hotel Sages Bali92Tersembunyi di balik hiruk pikuk Canggu yang kini kian dinamis, Hotel Sages menyuguhkan oase baru bagi mereka yang mendamba ketenangan.… TAGS :bali hotel Share This Articles Share this article
7 Cara Menikmati Wellness Escape di Grand Hyatt Bali, dari Tennis hingga Ritual Melukat by Yudasmoro Minasiani 15, September, 2026
Alunê di W Bali – Seminyak: Ketika Luxury Travel Tak Lagi Soal Kemewahan, tapi Cara Menikmati Waktu by Novani Nugrahani 14, September, 2026
Tradisi Bali Bertemu Kreativitas Modern di Powerful Indonesia Festival 2026 by Febriyanti Salim 20, August, 2026
Bukan Sekadar Steakhouse, RISERVA Membawa Ritual Bali ke Meja Fine Dining by Yudasmoro Minasiani 18, August, 2026
Shelter Sessions Vol. 12 Bawa Gastronomi Berbasis Api ke Pererenan by Febriyanti Salim 18, August, 2026
Kuliner Ubud Tengah Berevolusi: Chupacabras Tawarkan Steak Premium dengan Panorama Hutan Bali by Irma Andiani 6, July, 2026
Semesta Bistro & Bar, Selebrasi Rasa Indonesia dalam Ritme Santai Sanur by Febriyanti Salim 23, June, 2026
TUI BLUE Berawa Hadir di Canggu, Gabungkan Wellness, Padel, dan Lifestyle dalam Satu Destinasi by Febriyanti Salim 4, June, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Kemang Icon Hotel: Ketika Sebuah Hotel Memilih Bertahan Hanya dengan 12 Kamar by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah kawasan Kemang yang terus berubah, hotel-hotel baru datang dengan berbagai konsep,...
7 Cara Menikmati Wellness Escape di Grand Hyatt Bali, dari Tennis hingga Ritual Melukat by Yudasmoro Minasiani 15, September, 2026 Wellness travel kini tidak lagi sekadar tentang spa dan pijat. Perjalanan untuk memulihkan...
Scoot Buka Jalan untuk Liburan 2027, Tiket ke Singapura Mulai Rp470 Ribu by Novani Nugrahani 15, September, 2026 Ada satu cara sederhana untuk membuat perjalanan tahun depan terasa lebih ringan: merencanakannya...