Now Reading:

Kami Menyebut Alila Manggis Sebagai Rumah Kedua, ini Alasannya


Tepat di antara lautan biru dan megahnya siluet Gunung Agung, berdirilah Alila Manggis, sebuah resort yang menawarkan pelarian eksklusif di sisi timur Bali yang belum terlalu tersentuh. Di sini, waktu seolah berjalan lebih lambat, memberi ruang untuk bernapas, mendengar suara ombak, dan meresapi setiap detik dengan kesadaran penuh.

Bayangkan pagi yang dimulai dari balkon kamar beratap jerami, sambil berbaring santai di daybed pribadi. Angin laut membelai lembut di wajah, sementara sinar matahari perlahan muncul dari balik Nusa Penida, mengubah langit menjadi palet warna keemasan. Setiap kamar—baik yang berada di lantai atas maupun lantai dasar—menghadap langsung ke laut, menjanjikan pemandangan yang tak pernah membosankan.

alila manggis

Area lobi Alila Manggis (Foto: Alila Manggis)

Dikelilingi oleh kebun kelapa yang rindang, Alila Manggis mengemas ketenangan dalam desain arsitektur yang bersahaja namun elegan. Semuanya ditata dengan harmoni yang memperkuat koneksi antara alam dan manusia. Tempat ini bukan sekadar tempat menginap, tapi tempat kamu bisa benar-benar hadir.

Ketika ingin menjelajah, tim Leisure Concierge siap membawa kamu ke sisi Bali Timur yang penuh kejutan. Seperti misalnya menyusuri pesisir yang sepi, mengunjungi pasar tradisional yang masih hidup dengan cara lama, atau berjalan kaki ke desa-desa yang menyimpan cerita dan senyum hangat dari penduduk lokal.

alila manggis

Kamar Superior (Foto: Alila Manggis)

Setelah puas menjelajah, coba memanjakan diri di Seasalt, restoran tepi laut yang menyajikan kombinasi menarik antara masakan Bali dan Barat. Sementara itu, Ocean Bar menghadirkan suasana laid-back yang cocok untuk menikmati koktail saat matahari mulai tenggelam. Kalau tubuh butuh relaksasi, tinggal menuju paviliun spa yang menghadap laut atau mengikuti sesi yoga di Surya Shala yang terbuka.

Alila Manggis adalah tentang kembali ke esensi: alam, ketenangan, dan perhatian pada detail. Ia bukan sekadar tempat liburan—tapi tempat di mana kita bisa kembali menemukan versi terbaik dari sendiri. Dan di antara desir angin, aroma pesisir, serta senyum hangat para stafnya, kita akan tahu bahwa kita tidak hanya sedang berlibur, tapi benar-benar pulang.

 

 

POPULAR

Share This Articles
Klook.com