Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand 8 September 2026 0
Di Pererenan, ada banyak restoran yang mencoba tampil “Bali banget” dengan desain tropis dan menu cantik untuk Instagram, tapi hanya sedikit yang benar-benar punya jiwa. Dan Shelter Pererenan termasuk salah satu yang berhasil melampaui sekadar estetika. Begitu melangkah masuk, suasana joglo terbuka dengan cahaya alami dan tanaman tropis langsung menciptakan ritme yang lebih lambat. Tidak terburu-buru. Tidak dibuat-buat. Shelter seperti mengajak orang menikmati makan malam dengan cara lama: duduk lebih lama, berbagi piring, lalu membiarkan percakapan berjalan bersama aroma api dari dapur terbuka. Di balik bara kayu kopi dan rambutan, dapur Shelter bergerak seperti pertunjukan kecil yang intim. Ada flatbread yang menggelembung di oven, scallop yang menyentuh grill panas, sampai gurita lokal yang dipanggang perlahan hingga smoky dan nyaris buttery. Foto: Dok. Shelter Yang menarik, Shelter tidak bermain aman. Menu mereka punya keberanian rasa. Timur Tengah dan Mediterania memang menjadi fondasi, tetapi semuanya diterjemahkan dengan pendekatan yang lebih modern dan santai khas Bali. Whipped chickpeas dengan smoked paprika oil terasa sederhana, namun surprisingly addictive. Terong bakar dengan tahini dan pickles punya karakter earthy sekaligus bright dalam satu gigitan. Sementara charred local octopus dengan whipped potato tortilla mungkin jadi salah satu hidangan paling memorable. Foto: Dok. Shelter Di bawah arahan Stephen Moore, Shelter terasa seperti restoran yang memahami satu hal penting: makanan enak tidak harus rumit, tetapi harus punya emosi. Itu sebabnya dessert di sini juga tidak pernah sekadar penutup formalitas. Dark chocolate cookie mereka datang hangat, sedikit lumer, dan punya rasa comforting yang sulit dijelaskan. Sedangkan toasted milk dessert menghadirkan rasa caramelized yang lembut dan nostalgic, seperti sesuatu yang familiar tetapi dibuat jauh lebih elegan. Ada alasan kenapa Shelter menjadi salah satu tempat makan favorit di Bali dalam waktu relatif singkat. Bukan hanya karena makanannya technically bagus, tetapi karena restoran ini berhasil menciptakan pengalaman yang terasa personal. Orang datang bukan cuma untuk makan, melainkan untuk tinggal sedikit lebih lama. Memesan satu cocktail tambahan. Mengobrol sampai malam. Dan pada akhirnya sadar bahwa pengalaman dining terbaik sering kali bukan tentang kemewahan berlebihan, melainkan tentang rasa nyaman yang sulit dicari penggantinya. POPULARMencicipi Menu Baru di White Shades Singapura95White Shades Singapura - Enam bulan sejak pembukaannya di Singapura, White Shades kini memperkenalkan menu koktail terbarunya yang diberi nama…Tatap Muka Lewat Rasa, Pengalaman Bersantap Akrab di TAMU95Siang itu, Jakarta sedang berada di ritme tergesa: macet, deru kota, dan aroma hujan yang tertahan. Namun, begitu melangkah masuk…Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania95Pecinta kuliner yang merencanakan musim dingin di Niseko akan menemukan satu alasan baru untuk menetap lebih lama di lereng bersalju.… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
HONO Berawa: Social Listening Lounge Baru di Bali untuk Pecinta Vinyl, Cocktail, dan Musik by Novani Nugrahani 10, September, 2026
YUKI Ubud Resmi Dibuka, Restoran Jepang Modern Terbesar di Jantung Ubud by Febriyanti Salim 27, August, 2026
Bukan Sekadar Steakhouse, RISERVA Membawa Ritual Bali ke Meja Fine Dining by Yudasmoro Minasiani 18, August, 2026
Lebih dari Fine Dining, Begini Cara Plataran Merayakan Kekayaan Kuliner Indonesia by Yudasmoro Minasiani 27, July, 2026
Kuliner Ubud Tengah Berevolusi: Chupacabras Tawarkan Steak Premium dengan Panorama Hutan Bali by Irma Andiani 6, July, 2026
Semesta Bistro & Bar, Selebrasi Rasa Indonesia dalam Ritme Santai Sanur by Febriyanti Salim 23, June, 2026
AB Steak Jakarta Perkenalkan Grill The Extraordinary, Pengalaman Bersantap yang Lebih Interaktif by Yudasmoro Minasiani 19, June, 2026
PONY Hadir di Berawa, Destinasi Social Dining Baru yang Wajib Dicoba di Bali by Novani Nugrahani 15, June, 2026
MAHA Beer Garden Canggu, Spot Baru Menikmati Sunset dan Free-Flow Beer di Bali by Febriyanti Salim 22, May, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Bali yang Tak Ada di Brosur Wisata: Menemukan Pulau Dewata Lewat Orang-Orang yang Menjaganya by Febriyanti Salim 21, September, 2026 Bali barangkali merupakan salah satu destinasi yang paling mudah dikenali di dunia. Pura,...
Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah geliat pariwisata Pererenan, Bali, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman menginap yang...
Kemang Icon Hotel: Ketika Sebuah Hotel Memilih Bertahan Hanya dengan 12 Kamar by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah kawasan Kemang yang terus berubah, hotel-hotel baru datang dengan berbagai konsep,...