Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand 8 September 2026 0
Di tengah kawasan Kemang yang terus berubah, hotel-hotel baru datang dengan berbagai konsep, fasilitas, dan jumlah kamar yang semakin besar. Namun, ada satu hotel yang justru memilih berjalan ke arah sebaliknya. Kemang Icon Hotel mempertahankan sesuatu yang kini terasa semakin langka dalam industri hospitality: hotel dengan hanya 12 kamar. Fasadnya pun tenang, tidak “berteriak” meminta perhatian. Sejak dikembangkan pada 2013, jumlah tersebut tidak berubah. Bukan karena keterbatasan ruang, melainkan bagian dari konsep yang sejak awal memang ingin menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dari hotel pada umumnya. Dua belas suite di Kemang Icon tidak diperlakukan seperti kamar-kamar yang diproduksi dengan desain seragam. Masing-masing memiliki karakter ruang dan pendekatan interior yang berbeda, menjadikan pengalaman menginap terasa lebih personal. Foto: Yudasmoro “Memang ingin mendirikan hotel yang unik daripada umumnya. Akhirnya, dari tahun 2013 sampai sekarang, memang tidak ada perubahan. Hanya 12 kamar yang dipakai,” ujar Hotel Manager Kemang Icon, Desi Sri Lestari. Bukan Hotel Besar, Tapi Hotel dengan Karakter Konsep boutique hospitality Kemang Icon terasa justru dari keterbatasannya. Ketika hotel konvensional mengandalkan jumlah kamar dan efisiensi sebagai bagian dari skala bisnis, Kemang Icon mempertahankan jumlah yang relatif kecil untuk menjaga karakter propertinya. Foto: Yudasmoro Tiga kategori akomodasi tersedia, yakni Inner Suite, Edge Suite, dan Edge Apartment. Ukurannya pun lebih menyerupai hunian privat dibanding kamar hotel konvensional. Inner Suite memiliki luas sekitar 45–60 meter persegi, sementara Edge Suite berada di kisaran 60–72 meter persegi. Yang paling luas, Edge Apartment, mencapai sekitar 80 meter persegi. Foto: Supplied Perbedaan tersebut bukan sekadar soal luas. Edge Apartment, misalnya, dirancang dengan nuansa serviced residence, lengkap dengan ruang tamu terpisah. Karakter ini membuatnya lebih relevan bagi tamu yang tidak hanya membutuhkan tempat tidur untuk satu atau dua malam, tetapi sebuah ruang yang bisa terasa seperti rumah selama tinggal di Jakarta. Dan di sinilah identitas Kemang Icon menjadi menarik. Hotel ini tidak mencoba menjadi hotel untuk semua orang. Dengan hanya 12 suite, pendekatannya lebih dekat pada gagasan sebuah private residence yang kebetulan memiliki layanan hospitality. Menginap Lebih Lama, Merasa Lebih Seperti di Rumah Karakter boutique tersebut kemudian diperluas melalui konsep long stay dan serviced apartment. Kemang Icon menawarkan hunian dengan dukungan layanan hospitality, mulai dari housekeeping, internet, parkir, keamanan 24 jam hingga utilitas listrik dan air. Foto: Yudasmoro Konsep ini membuat properti tersebut berada di antara dua dunia: hotel dan apartemen. Tamu bisa mendapatkan ruang yang lebih lapang dan suasana hunian, tetapi tetap memiliki akses terhadap layanan yang biasanya diasosiasikan dengan hotel. Bagi mereka yang harus tinggal di Jakarta selama beberapa minggu atau bahkan lebih lama, pendekatan seperti ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding sekadar menyewa apartemen. Ada ruang personal, tetapi tetap ada hospitality di belakangnya. Manajemen juga memperkenalkan paket long stay dengan nilai sekitar Rp19,5 juta. Namun, harga dan detail paket dapat berubah sesuai periode, tipe unit, serta fasilitas yang termasuk di dalamnya sehingga perlu dikonfirmasi langsung sebelum melakukan reservasi. Kemang Icon dan Wajah Kemang yang Lebih Santai Pengalaman di Kemang Icon tidak berhenti di kamar. Properti ini memiliki kolam renang, gym, ruang pertemuan, hingga Ramoo Private Lounge yang terbuka untuk publik. Sejumlah tenant dengan bidang yang berkaitan dengan desain dan interior juga mengisi area hotel, memperkuat atmosfer kreatif yang cukup lekat dengan karakter Kemang. Foto: Yudasmoro Di bagian rooftop terdapat The Edge Bistronomie Restaurant, yang menjadi salah satu ruang penting dalam pengalaman menginap. Restoran ini bukan hanya tempat bersantap, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian penghuni long stay, termasuk untuk sarapan. Pada akhirnya, daya tarik Kemang Icon bukan terletak pada seberapa banyak yang dimilikinya. Justru sebaliknya. Ia menarik karena memilih untuk tidak menjadi besar. Dua belas kamar dengan desain berbeda, ruang yang lapang, pendekatan serviced apartment, serta suasana yang lebih intim membuat Kemang Icon memiliki posisi yang cukup unik di antara pilihan akomodasi Jakarta Selatan. Di saat hospitality semakin sering berbicara tentang skala, teknologi, dan efisiensi, Kemang Icon mempertahankan pendekatan yang jauh lebih sederhana: memberikan ruang bagi tamu untuk tinggal, bukan sekadar menginap. Dan mungkin, di situlah arti sebenarnya dari boutique hospitality, bukan tentang memiliki sedikit kamar semata, tapi tentang memastikan bahwa setiap ruang masih memiliki karakter untuk diingat. POPULARFairfield by Marriott Bekasi, Oase di Jantung Kota Dinamis89Dalam kepadatan dan hiruk-pikuk Kota Bekasi yang tak pernah tidur, terselip satu tempat yang menawarkan kenyamanan dan ketenangan. Sebuah pelarian…The PuLi Group Awali Debutnya di Jagad Luxury Hospitality Asia88The PuLi Group bersiap membuka lembaran baru dalam dunia hospitality mewah pada 2026. Transformasi ini mengangkat The PuLi Shanghai, sebuah…Trisara Phuket, Sebuah Pelarian ke Dunia yang Berbeda87Trisara, yang dalam bahasa Sansekerta berarti "Taman di Surga Ketiga," adalah sebuah resor eksklusif dan mewah yang berlokasi di salah… TAGS :hotel Share This Articles Share this article
Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand by Febriyanti Salim 8, September, 2026
Angsana Bogor Gunung Geulis, Resort di Bogor untuk Liburan Singkat dari Jakarta by Yudasmoro Minasiani 8, September, 2026
The Ruma: “Rumah” di Kuala Lumpur yang Selalu Jadi Alasan untuk Kembali by Yudasmoro Minasiani 31, August, 2026
Anantara Bawa Luxury Travel ke Level Baru: Bukan Lagi Soal Destinasi, tapi Cara Menikmatinya by Novani Nugrahani 27, August, 2026
YUKI Ubud Resmi Dibuka, Restoran Jepang Modern Terbesar di Jantung Ubud by Febriyanti Salim 27, August, 2026
Di NIHI Rote, Hotel Bukan Sekadar Tempat Menginap, Tapi Sebuah Sekolah by Febriyanti Salim 24, August, 2026
Baru Buka, Mövenpick di Bintan Usung Filosofi Luxury yang Berbeda by Febriyanti Salim 14, August, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
7 Cara Menikmati Wellness Escape di Grand Hyatt Bali, dari Tennis hingga Ritual Melukat by Yudasmoro Minasiani 15, September, 2026 Wellness travel kini tidak lagi sekadar tentang spa dan pijat. Perjalanan untuk memulihkan...
Scoot Buka Jalan untuk Liburan 2027, Tiket ke Singapura Mulai Rp470 Ribu by Novani Nugrahani 15, September, 2026 Ada satu cara sederhana untuk membuat perjalanan tahun depan terasa lebih ringan: merencanakannya...
7 Pengalaman Baru di Resorts World Sentosa yang Bikin Singapura Terasa Berbeda by Yudasmoro Minasiani 14, September, 2026 Singapura mungkin sudah terlalu familiar bagi wisatawan Indonesia. Namun, destinasi ini rupanya belum...