Now Reading:

Kemang Icon Hotel: Ketika Sebuah Hotel Memilih Bertahan Hanya dengan 12 Kamar


Di tengah kawasan Kemang yang terus berubah, hotel-hotel baru datang dengan berbagai konsep, fasilitas, dan jumlah kamar yang semakin besar. Namun, ada satu hotel yang justru memilih berjalan ke arah sebaliknya. Kemang Icon Hotel mempertahankan sesuatu yang kini terasa semakin langka dalam industri hospitality: hotel dengan hanya 12 kamar. Fasadnya pun tenang, tidak “berteriak” meminta perhatian.

Sejak dikembangkan pada 2013, jumlah tersebut tidak berubah. Bukan karena keterbatasan ruang, melainkan bagian dari konsep yang sejak awal memang ingin menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dari hotel pada umumnya. Dua belas suite di Kemang Icon tidak diperlakukan seperti kamar-kamar yang diproduksi dengan desain seragam. Masing-masing memiliki karakter ruang dan pendekatan interior yang berbeda, menjadikan pengalaman menginap terasa lebih personal.

Foto: Yudasmoro

“Memang ingin mendirikan hotel yang unik daripada umumnya. Akhirnya, dari tahun 2013 sampai sekarang, memang tidak ada perubahan. Hanya 12 kamar yang dipakai,” ujar Hotel Manager Kemang Icon, Desi Sri Lestari.

Bukan Hotel Besar, Tapi Hotel dengan Karakter

Konsep boutique hospitality Kemang Icon terasa justru dari keterbatasannya. Ketika hotel konvensional mengandalkan jumlah kamar dan efisiensi sebagai bagian dari skala bisnis, Kemang Icon mempertahankan jumlah yang relatif kecil untuk menjaga karakter propertinya.

Foto: Yudasmoro

Tiga kategori akomodasi tersedia, yakni Inner Suite, Edge Suite, dan Edge Apartment. Ukurannya pun lebih menyerupai hunian privat dibanding kamar hotel konvensional. Inner Suite memiliki luas sekitar 45–60 meter persegi, sementara Edge Suite berada di kisaran 60–72 meter persegi. Yang paling luas, Edge Apartment, mencapai sekitar 80 meter persegi.

Foto: Supplied

Perbedaan tersebut bukan sekadar soal luas. Edge Apartment, misalnya, dirancang dengan nuansa serviced residence, lengkap dengan ruang tamu terpisah. Karakter ini membuatnya lebih relevan bagi tamu yang tidak hanya membutuhkan tempat tidur untuk satu atau dua malam, tetapi sebuah ruang yang bisa terasa seperti rumah selama tinggal di Jakarta.

Dan di sinilah identitas Kemang Icon menjadi menarik. Hotel ini tidak mencoba menjadi hotel untuk semua orang. Dengan hanya 12 suite, pendekatannya lebih dekat pada gagasan sebuah private residence yang kebetulan memiliki layanan hospitality.

Menginap Lebih Lama, Merasa Lebih Seperti di Rumah

Karakter boutique tersebut kemudian diperluas melalui konsep long stay dan serviced apartment. Kemang Icon menawarkan hunian dengan dukungan layanan hospitality, mulai dari housekeeping, internet, parkir, keamanan 24 jam hingga utilitas listrik dan air.

Foto: Yudasmoro

Konsep ini membuat properti tersebut berada di antara dua dunia: hotel dan apartemen. Tamu bisa mendapatkan ruang yang lebih lapang dan suasana hunian, tetapi tetap memiliki akses terhadap layanan yang biasanya diasosiasikan dengan hotel.

Bagi mereka yang harus tinggal di Jakarta selama beberapa minggu atau bahkan lebih lama, pendekatan seperti ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding sekadar menyewa apartemen. Ada ruang personal, tetapi tetap ada hospitality di belakangnya.

Manajemen juga memperkenalkan paket long stay dengan nilai sekitar Rp19,5 juta. Namun, harga dan detail paket dapat berubah sesuai periode, tipe unit, serta fasilitas yang termasuk di dalamnya sehingga perlu dikonfirmasi langsung sebelum melakukan reservasi.

Kemang Icon dan Wajah Kemang yang Lebih Santai

Pengalaman di Kemang Icon tidak berhenti di kamar. Properti ini memiliki kolam renang, gym, ruang pertemuan, hingga Ramoo Private Lounge yang terbuka untuk publik. Sejumlah tenant dengan bidang yang berkaitan dengan desain dan interior juga mengisi area hotel, memperkuat atmosfer kreatif yang cukup lekat dengan karakter Kemang.

Foto: Yudasmoro

Di bagian rooftop terdapat The Edge Bistronomie Restaurant, yang menjadi salah satu ruang penting dalam pengalaman menginap. Restoran ini bukan hanya tempat bersantap, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian penghuni long stay, termasuk untuk sarapan.

Pada akhirnya, daya tarik Kemang Icon bukan terletak pada seberapa banyak yang dimilikinya. Justru sebaliknya. Ia menarik karena memilih untuk tidak menjadi besar.

Dua belas kamar dengan desain berbeda, ruang yang lapang, pendekatan serviced apartment, serta suasana yang lebih intim membuat Kemang Icon memiliki posisi yang cukup unik di antara pilihan akomodasi Jakarta Selatan. Di saat hospitality semakin sering berbicara tentang skala, teknologi, dan efisiensi, Kemang Icon mempertahankan pendekatan yang jauh lebih sederhana: memberikan ruang bagi tamu untuk tinggal, bukan sekadar menginap.

Dan mungkin, di situlah arti sebenarnya dari boutique hospitality, bukan tentang memiliki sedikit kamar semata, tapi tentang memastikan bahwa setiap ruang masih memiliki karakter untuk diingat.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com