Ubud kini punya alasan baru untuk dikunjungi saat mencari pengalaman kuliner yang berbeda. Didirikan tiga pengusaha asal Bali, Rai Sutama, Dewa Wahyu Bintara, dan Windu Tenaya, YUKI resmi membuka YUKI Ubud, venue terbaru sekaligus terbesar dari brand restoran Jepang modern ini. Berlokasi di jalan utama, tepat di sebelah Ubud Palace, restoran dua lantai berkapasitas 252 kursi tersebut menandai langkah baru YUKI setelah sebelumnya dikenal melalui venue di Canggu dan Uluwatu. Membawa semangat izakaya Jepang, YUKI Ubud mempertemukan teknik Jepang dengan bahan-bahan lokal Bali. Executive Chef Kadek Budiantara, yang telah memimpin dapur YUKI sejak 2021, bekerja bersama Culinary Director Yudha Permana untuk membangun menu yang mengedepankan presisi sekaligus karakter bahan. Sejumlah menu andalannya antara lain Line Caught Island Sashimi, Tuna Tartare, Wagyu Beef Sando, Torched Salmon Maki, Duck Kamameshi Clay Pot Rice, hingga Hokkaido Scallop. YUKI juga menjalin hubungan dengan nelayan dan petani lokal untuk memastikan bahan yang digunakan tetap segar dan dekat dengan konteks Bali. Foto: Supplied by YUKI Eksplorasi tersebut berlanjut ke bar. YUKI Ubud menawarkan sake Jepang, natural wine, dan cocktail dengan pendekatan yang lebih playful. Salah satu racikan khasnya, Yukies, menggabungkan gin, goji berry, calamansi, dan raspberry yuzu. Sementara Okinawa Martini menghadirkan karakter gurih melalui gin, katsuobushi, capsicum brine, vermouth, dan olive. Ada pula Nori Tomato, yang memadukan gin, nori cordial, citrus, dan smoked tomato, menunjukkan bagaimana cita rasa Jepang dan Bali dapat bertemu dalam format yang lebih kontemporer. Foto: Supplied by YUKI Karakter tersebut juga diterjemahkan melalui desain interior. Bekerja sama dengan KŌSAME, YUKI Ubud mengambil inspirasi dari arsitektur tradisional Machiya Jepang. Portal merah menjadi pintu masuk menuju ruang makan utama di bawah skylight, dengan pohon hidup sebagai pusat perhatian. Area makan kemudian mengalir ke mezzanine dan vinyl bar lounge, sementara batu Indonesia, kayu ulin, dan pale oak menciptakan suasana yang bermain antara kehangatan dan bayangan. Hasilnya adalah ruang yang terasa Jepang tanpa kehilangan hubungan dengan material dan atmosfer Bali. Pembukaan YUKI Ubud juga menjadi bagian dari perjalanan brand yang telah berlangsung sejak 2021. Selain ekspansi venue, YUKI aktif mengembangkan seri Chef Takeover yang mempertemukan Kadek Budiantara dengan sejumlah chef dari Jepang, Hong Kong, Australia, dan berbagai penjuru dunia. Program ini menjadi ruang pertukaran teknik, ide, dan budaya kuliner, sekaligus memperkuat karakter YUKI sebagai restoran yang terus berkembang. Setelah venue awal di Batu Bolong, Canggu, ditutup pada Juli 2026 untuk persiapan restoran baru yang direncanakan hadir pada 2027, YUKI kini mengarahkan perhatian ke Ubud dan Uluwatu. Foto: Supplied by YUKI Bagi YUKI, Ubud bukan sekadar lokasi baru. Kawasan ini menawarkan konteks yang berbeda dari pesisir Bali, lebih dekat dengan budaya, seni, keahlian, dan spiritualitas. Karena itu, YUKI melihat Ubud sebagai kesempatan untuk menggali sisi Jepang yang lebih dalam: ritual, presisi, dan pengalaman yang lebih perlahan. Di jantung Ubud, tepat di samping Ubud Palace, YUKI mencoba menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar restoran Jepang, sebuah pertemuan antara presisi Jepang, bahan lokal, dan karakter Bali. POPULARLongtime, Restoran Baru di Berawa dengan Sentuhan Retro84Longtime Bali - Bali kembali memancarkan pesona kulinernya dengan kehadiran Longtime, restoran dan bar modern Asia yang kini menghiasi kawasan…KALA, Restoran Bergaya Yunani di Bukit Uluwatu84KALA Uluwatu - Tambahan terbaru di dunia kuliner yang ramai di Uluwatu, KALA Uluwatu secara resmi membuka pintunya pada Juni…Oliverra, Sebuah Tafsir Baru Kuliner Pesisir84Di atas tebing-tebing putih Ungasan, tempat laut dan langit menyatu tanpa batas, Oliverra di Umana Bali membuka babak baru dalam… TAGS :bali foodie Share This Articles Share this article
Di NIHI Rote, Hotel Bukan Sekadar Tempat Menginap, Tapi Sebuah Sekolah by Febriyanti Salim 24, August, 2026
Baru Buka, Mövenpick di Bintan Usung Filosofi Luxury yang Berbeda by Febriyanti Salim 14, August, 2026
Manado Marriott Resort & Spa Buka 2026, Likupang Punya Alasan Baru untuk Dikunjungi by Febriyanti Salim 13, August, 2026
Hotel ini Mengusung Slow Travel, Liburan Tak Lagi Tergantung Waktu by Febriyanti Salim 12, August, 2026
Aman Residences Singapore Hadir di Gedung Tertinggi Singapura, Ultra-Luxury dengan Panorama 360 Derajat by Febriyanti Salim 16, July, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Nuanu Tanam 100 Pohon di Batukaru, Aksi Hijau untuk Masa Depan Bali by Febriyanti Salim 27, August, 2026 Aksi hijau tidak selalu dimulai dari hal besar. Di lereng Batukaru, langkah itu...
Traveling ke Inggris Jadi Lebih Praktis, VFS Global Hadirkan Dua Pilihan Layanan Visa by Yudasmoro Minasiani 26, August, 2026 Mengurus visa sering kali menjadi bagian yang kurang menyenangkan dari sebuah perjalanan. Sebelum...
Delapan Tahun de Braga by ARTOTEL, Menanam untuk Masa Depan Bandung by Febriyanti Salim 26, August, 2026 Ulang tahun hotel biasanya dirayakan dengan sesuatu yang segera selesai: makan malam, pesta,...