Ada banyak cara untuk mengenal sebuah kota. Bisa dengan mengikuti daftar atraksi populer, berpindah dari satu landmark ke landmark berikutnya, lalu kembali ke hotel ketika hari mulai berakhir. Tapi sebetulnya, ada cara lain yang terasa lebih personal: melambat, melihat destinasi dari sudut yang berbeda, dan membiarkan perjalanan membawa kita lebih dekat dengan karakter tempat yang dikunjungi. Cara pandang inilah yang ditawarkan Anantara Hotels & Resorts dalam merayakan 25 tahun perjalanannya. Alih-alih sekadar menghadirkan destinasi baru, Anantara merancang serangkaian pengalaman yang mengajak wisatawan melihat kembali kota, alam, dan budaya melalui perspektif yang berbeda. Bukan lagi tentang seberapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, tetapi seberapa dalam sebuah perjalanan meninggalkan kesan. Melihat Kota dari Sisi yang Lebih Tenang Roma, misalnya, tidak harus selalu dinikmati lewat jalan-jalan kota yang ramai. Di Anantara Palazzo Naiadi Rome Hotel, perjalanan justru dimulai dari Sungai Tiber. Dengan perahu pribadi, wisatawan dapat menyusuri aliran sungai sambil melihat fasad bangunan bersejarah dan sudut-sudut Roma yang mungkin terlewat jika hanya mengikuti rute wisata konvensional. Ritmenya dibuat lebih lambat. Setelah menyusuri sungai, pengalaman berlanjut dengan aperitivo di teras panoramik yang menghadap Kota Abadi. Roma pun hadir bukan hanya sebagai kota dengan sejarah panjang, tetapi sebagai destinasi yang bisa dinikmati dengan cara yang lebih reflektif. Pendekatan serupa hadir di Budapest. Dari Anantara New York Palace Budapest Hotel, perjalanan membawa wisatawan keluar dari pusat kota menuju desa Tard, tempat tradisi folk-art Matyó masih dijaga oleh para pengrajin lokal. Di sana, perjalanan tidak berhenti pada melihat hasil kerajinan. Wisatawan dapat mengikuti workshop yang dijalankan keluarga pengrajin, mengunjungi gereja lokal, hingga menikmati gulyas rumahan ditemani musik tradisional. Destinasi pun terasa lebih hidup ketika orang-orang yang tinggal di dalamnya ikut menjadi bagian dari cerita. Ketika Alam Tidak Hanya untuk Dipandang Cara baru menikmati perjalanan juga terlihat ketika alam menjadi bagian utama dari pengalaman. Di Anantara Ubud Bali Resort, misalnya, pengalaman tidak diarahkan pada Bali yang selama ini identik dengan pantai dan kawasan wisata populer. Perjalanan justru membawa tamu masuk ke pedalaman, melewati persawahan dan permukiman bersejarah Taro menggunakan mini jeep terbuka. Anantara Ubud Bali: Journey Into Ubud (Foto: Supplied by Anantara) Didampingi Naturalist dari resor, perjalanan berlanjut menuju Hutan Alas Taro. Di kawasan ini, wisatawan dapat melihat kerbau putih yang disakralkan sekaligus mengenal ekosistem dan tradisi yang telah lama hidup berdampingan. Ada pula pengalaman menjelajahi hutan bakau di sekitar Anantara Desaru Coast Resort & Villas, Malaysia, setelah matahari terbenam. Ketika malam datang, lanskap yang sama berubah menjadi dunia yang berbeda. Kunang-kunang mulai bermunculan di sepanjang tepian sungai, sementara perjalanan berlangsung dengan ritme yang tenang. Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi piknik gourmet di atas perahu. Sementara di The Royal Livingstone Victoria Falls Zambia Hotel by Anantara, Air Terjun Victoria dinikmati melalui beberapa perspektif sekaligus. Perjalanan dimulai dari udara melalui penerbangan helikopter selama 22 menit, sebelum berlanjut ke Sungai Zambezi dengan perahu pribadi menuju sebuah pulau terpencil. Dari atas, air terjun terlihat sebagai lanskap luas yang dramatis. Dari sungai, pengalaman terasa lebih dekat dan intim. Dua pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa satu destinasi tidak selalu memiliki satu cerita. Perspektif yang berbeda dapat menghadirkan pengalaman yang sama sekali baru. Mengenal Budaya dengan Ikut Menjadi Bagian di Dalamnya Perjalanan kemudian bergerak dari lanskap menuju manusia. Di sekitar Anantara Jewel Bagh Jaipur Hotel, misalnya, wisatawan diajak mengenal Rajasthan melalui desa Manpura. Di tempat ini, berbagai kerajinan tradisional masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Wisatawan dapat bertemu langsung dengan pengrajin karpet, melihat proses pembuatan gerabah dan gelang lak, berjalan menyusuri gang-gang bersejarah peninggalan Rajput, hingga menikmati masakan rumahan yang disiapkan keluarga setempat. Pengalaman semacam ini memberikan dimensi lain pada perjalanan. Budaya tidak lagi hanya hadir sebagai sesuatu yang dilihat atau difoto, tetapi menjadi sesuatu yang dialami. Anantara Angkor: Angkor & The Lotus (Foto: Supplied by Anantara) Di Siem Reap, pendekatan tersebut hadir melalui bunga teratai. Dari Angkor Wat, tempat motif teratai dapat ditemukan pada batu-batu peninggalan sejarah, perjalanan berlanjut ke perkebunan teratai saat senja. Wisatawan dapat memanen teratai dan mempelajari bagaimana serat dari batangnya diolah menjadi benang sutra. Di Anantara Angkor Resort, bunga yang sederhana itu kemudian menjadi pintu masuk untuk memahami simbolisme, tradisi, dan sejarah Kamboja. Sementara di Ras Al Khaimah, pengalaman budaya hadir melalui tradisi penyelaman mutiara. Kunjungan ke Suwaidi Pearl Farm membawa wisatawan mengenal sejarah budidaya mutiara sekaligus melihat langsung prosesnya, mulai dari tiram hingga menjadi mutiara. Di balik perhiasan yang terlihat indah, tersimpan cerita tentang kehidupan masyarakat pesisir dan perkembangan kawasan tersebut. Dari “Ke Mana” Menjadi “Bagaimana” Rangkaian pengalaman ini menunjukkan perubahan menarik dalam cara luxury travel berkembang. Kemewahan tidak selalu harus berarti kamar hotel yang lebih besar, fasilitas yang lebih lengkap, atau perjalanan yang semakin eksklusif. Dalam banyak hal, kemewahan justru muncul ketika wisatawan memiliki kesempatan untuk menikmati sebuah tempat dengan lebih personal, melihat sisi yang tidak selalu terlihat, bertemu dengan orang-orang di balik tradisi, atau sekadar memiliki cukup waktu untuk menikmati perjalanan tanpa terburu-buru. Untuk menandai 25 tahun perjalanannya, Anantara menghadirkan pengalaman tersebut di berbagai propertinya sepanjang 2026, dengan karakter yang disesuaikan dengan destinasi masing-masing. Pada akhirnya, perjalanan yang berkesan mungkin memang bukan tentang berapa banyak tempat yang berhasil kita datangi. Tapi tentang apakah setelah pulang, kita merasa mengenal sebuah tempat sedikit lebih dalam daripada ketika pertama kali datang. POPULARAlbergo Diffuso: Cara Jepang Beri Pengalaman Menginap yang Next Level87Di tengah tren perjalanan yang semakin mencari makna, Jepang menemukan cara baru untuk menghidupkan kembali desa-desa dan kota-kota kecil yang…Resor All-Villa Pertama di Singapura Siap Menyapa di Pulau Sentosa85Singapura akan memiliki destinasi liburan mewah yang benar-benar eksklusif. Raffles Sentosa Singapore, resor all-villa pertama di negara ini, siap menyambut…Serasa Punya Pulau Pribadi, Begini Rasanya Liburan di JATI, Kamboja85Terpencil di lepas pantai selatan Kamboja, JATI hadir sebagai oase eksklusif yang memadukan kemewahan bergaya Khmer dengan pesona alami pulau… TAGS :hotel Share This Articles Share this article
YUKI Ubud Resmi Dibuka, Restoran Jepang Modern Terbesar di Jantung Ubud by Febriyanti Salim 27, August, 2026
Di NIHI Rote, Hotel Bukan Sekadar Tempat Menginap, Tapi Sebuah Sekolah by Febriyanti Salim 24, August, 2026
Baru Buka, Mövenpick di Bintan Usung Filosofi Luxury yang Berbeda by Febriyanti Salim 14, August, 2026
Manado Marriott Resort & Spa Buka 2026, Likupang Punya Alasan Baru untuk Dikunjungi by Febriyanti Salim 13, August, 2026
Hotel ini Mengusung Slow Travel, Liburan Tak Lagi Tergantung Waktu by Febriyanti Salim 12, August, 2026
Aman Residences Singapore Hadir di Gedung Tertinggi Singapura, Ultra-Luxury dengan Panorama 360 Derajat by Febriyanti Salim 16, July, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Sudirman Hall: Ketika Sebuah Venue Ingin Menjadi Bagian dari Pengalaman di Jakarta by Yudasmoro Minasiani 27, August, 2026 Di tengah Jakarta yang bergerak nyaris tanpa jeda, ruang untuk bertemu kini dituntut...
YUKI Ubud Resmi Dibuka, Restoran Jepang Modern Terbesar di Jantung Ubud by Febriyanti Salim 27, August, 2026 Ubud kini punya alasan baru untuk dikunjungi saat mencari pengalaman kuliner yang berbeda....
Nuanu Tanam 100 Pohon di Batukaru, Aksi Hijau untuk Masa Depan Bali by Febriyanti Salim 27, August, 2026 Aksi hijau tidak selalu dimulai dari hal besar. Di lereng Batukaru, langkah itu...