Bagi banyak pelancong, Orchard Road adalah wajah modern Singapura. Deretan pusat perbelanjaan kelas dunia, hotel-hotel mewah, dan hiruk-pikuk kehidupan urban menjadikannya salah satu boulevard paling terkenal di Asia. Namun jauh sebelum lampu etalase menyala dan keramaian memenuhi trotoarnya, kawasan ini pernah berupa hamparan perkebunan pala, lada, dan buah-buahan yang membentuk lanskap Singapura pada abad ke-19. Dalam rangka merayakan perjalanan 55 tahun yang tumbuh bersama kawasan tersebut, Grand Hyatt Singapore menghadirkan Stories of Orchard, sebuah tur jalan kaki yang mengajak tamu melihat Orchard Road dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar berjalan menyusuri jalanan ikonik, pengalaman ini menjadi perjalanan menembus lapisan waktu yang membentuk salah satu distrik paling dinamis di Asia Tenggara. Stories of Orchard di Somerset (Foto: Supplied) Dikurasi bersama pakar warisan perkotaan Yong Min Ho, pendiri The Urbanist Singapore, tur ini dimulai dari Grand Hyatt Singapore sendiri. Hotel yang pertama kali dibuka pada tahun 1971 dengan nama Singapore Hyatt Hotel itu menjadi saksi hidup transformasi Singapura selama lebih dari lima dekade. Saat pertama kali berdiri, hotel ini merupakan salah satu hotel konvensi terbesar di Asia di luar Jepang dan bahkan menjadi hotel terbesar di Asia Tenggara. Perjalanan kemudian membawa peserta menelusuri Orchard Road yang menyimpan lebih banyak cerita dibanding yang terlihat di permukaan. Salah satu pemberhentian menarik adalah patung perunggu Nutmeg & Mace di ION Orchard, karya seniman Singapura Kumari Nahappan. Bagi sebagian orang, karya seni ini mungkin hanya elemen dekoratif kota. Namun bagi mereka yang mengikuti tur, patung tersebut menjadi pengingat akan masa ketika pala menjadi komoditas yang membentuk identitas kawasan ini. Dari Orchard, peserta melanjutkan perjalanan menggunakan MRT menuju Somerset. Di sini, cerita beralih pada bagaimana perencanaan kota mengubah sebuah kanal sederhana menjadi kawasan gaya hidup yang kini dipenuhi restoran, kafe, dan ruang sosial modern. Nuansa berubah ketika langkah kaki memasuki Emerald Hill. Hanya beberapa meter dari keramaian Orchard Road, kawasan konservasi ini menghadirkan suasana yang jauh lebih tenang dengan deretan rumah toko bergaya Chinese Baroque yang memesona. Tur berakhir kembali di Orchard Road masa kini, ketika gedung-gedung pencakar langit dan landmark modern berdiri berdampingan dengan kisah-kisah lama yang masih tersimpan di baliknya. Sebuah pengingat bahwa di Singapura, masa depan dan warisan budaya tidak berjalan berlawanan arah, melainkan tumbuh berdampingan. Grand Hyatt Singapore, Deluxe Room (Foto: Supplied) Sebagai kenang-kenangan, peserta akan menerima kartu NETS FlashPay edisi khusus yang menampilkan ilustrasi karya studio kreatif Ripple Root. Lebih dari sekadar alat pembayaran transportasi, kartu ini menjadi simbol perjalanan yang menghubungkan sejarah, seni, dan kehidupan sehari-hari di Singapura. Bagi yang ingin melanjutkan pengalaman setelah tur usai, Grand Hyatt Singapore menawarkan beragam pilihan kuliner. Mulai dari suasana santai di 10|SCOTTS dengan sajian canape artisanal dan minuman pilihan, hingga StraitsKitchen yang menghadirkan kekayaan cita rasa Tionghoa, Melayu, India, dan Peranakan dalam satu destinasi gastronomi. POPULARSensasi Buffet di Singapura: Carlton Hotel Hadirkan Seafood Feast dan Free-Flow Wine Mulai SGD3885Di tengah riuhnya lanskap kuliner Singapura yang tak pernah benar-benar tidur, Carlton Hotel Singapore menghadirkan cara baru menikmati momen makan…Ada Paket Staycation Bertema Baby Shark di Fairmont Singapore77Di tengah lanskap urban yang dinamis, Singapura kembali menghadirkan alasan baru untuk dikunjungi; kali ini lewat pengalaman staycation keluarga yang…KOOZA Cirque du Soleil Hidupkan Singapura, Antusias Penonton Membludak72Di bawah lengkung megah tenda Big Top, gemuruh tepuk tangan kembali menggema di Singapura. Produksi ikonis Cirque du Soleil, KOOZA,… TAGS :hotel singapura Share This Articles Share this article
Ingin Healing di Jakarta? Wellness Garden Experience Plataran Bisa Jadi Destinasi Akhir Pekan by Yudasmoro Minasiani 17, July, 2026
Genap Berusia 125 Tahun! Sofitel Legend Metropole Hanoi ini Bukan Hotel Biasa by Yudasmoro Minasiani 9, July, 2026
Mengapa Batik Asli Wajib Dijunjung? Jawabannya Ada di Puspa Nuswantara 2026 by Yudasmoro Minasiani 9, July, 2026
Menikmati Street Food Jepang Tanpa Terbang ke Negeri Sakura di “60 Seconds to Tokyo” by Febriyanti Salim 6, July, 2026
Hong Kong Summer Fun 2026: Festival, Disneyland, hingga Football Festival Meriahkan Musim Panas by Febriyanti Salim 2, July, 2026
Jelajahi Pesona Braga Lewat Pengalaman Menginap Seru Bersama Keluarga by Febriyanti Salim 1, July, 2026
Saat Batik Menyulam Tradisi dan Masa Depan Industri Kreatif Indonesia di Puspa Nuswantara 2026 by Irma Andiani 29, June, 2026
Liburan ke Hong Kong Makin Nyaman, Hampir 300 Fasilitas Ramah Muslim Siap Menyambut Wisatawan by Febriyanti Salim 23, June, 2026
Jelajahi Lautan Terdalam Dunia Lewat Pameran Baru ArtScience Museum Singapura by Novani Nugrahani 18, June, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Ingin Healing di Jakarta? Wellness Garden Experience Plataran Bisa Jadi Destinasi Akhir Pekan by Yudasmoro Minasiani 17, July, 2026 Di tengah ritme Jakarta yang semakin dinamis, kebutuhan akan ruang untuk beristirahat dan...
Aman Residences Singapore Hadir di Gedung Tertinggi Singapura, Ultra-Luxury dengan Panorama 360 Derajat by Febriyanti Salim 16, July, 2026 Di tengah denyut salah satu kota paling dinamis di dunia, Aman Singapore menghadirkan...
Hidden Gem Bandung: Jelajah Hanggar PT Dirgantara Indonesia yang Jarang Diketahui Turis by Yudasmoro Minasiani 16, July, 2026 Bandung selalu identik dengan udara sejuk, deretan kafe, dan lanskap pegunungan yang menenangkan....