Now Reading:

Panduan Menikmati Dubai dari Metro hingga Old Dubai, Buat First-Timer


Dubai mungkin identik dengan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan megah, dan atraksi futuristis. Namun, di balik citra modern tersebut, kota ini menyimpan pengalaman perjalanan yang jauh lebih beragam, dari menyusuri kawasan bersejarah, menikmati kopi Arab, hingga bersantai di tepi pantai.

Bagi wisatawan Indonesia yang baru pertama kali berkunjung, Dubai juga relatif mudah dijelajahi. Jaringan transportasi publiknya terintegrasi, pilihan akomodasinya beragam, sementara lanskap kulinernya mempertemukan cita rasa dari hampir 200 kebangsaan. Dengan sedikit perencanaan, perjalanan ke Dubai dapat terasa lebih ringan sekaligus lebih kaya pengalaman.

Keliling Dubai Tanpa Harus Menyewa Mobil

Untuk perjalanan pertama, transportasi umum bisa menjadi cara praktis mengenal Dubai. Dubai Metro menghubungkan sejumlah kawasan populer, termasuk Downtown Dubai, Dubai Marina, dan Dubai International Airport (DXB).

Perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan trem, bus umum, maupun transportasi air. Satu Nol Card dapat digunakan untuk metro, trem, bus, hingga sejumlah layanan feri, sehingga wisatawan tidak perlu repot berganti sistem pembayaran setiap kali berpindah moda.

Untuk destinasi yang tidak terjangkau jaringan transportasi umum, taksi serta layanan transportasi daring seperti Careem dan Uber tersedia di berbagai penjuru kota.

Foto: Supplied

Sementara itu, perjalanan menuju Palm Jumeirah menawarkan pengalaman tersendiri. Palm Monorail menghubungkan Palm Gateway dengan sejumlah destinasi, termasuk Nakheel Mall dan Atlantis Aquaventure. Jalurnya membentang sekitar 5,5 kilometer, dengan panorama Palm Jumeirah, Teluk Arab, dan cakrawala Dubai yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan.

Pilih Kawasan Menginap Sesuai Gaya Liburan

Dubai memiliki karakter kawasan yang berbeda-beda. Karena itu, memilih lokasi hotel bukan sekadar persoalan harga, tetapi juga menentukan ritme perjalanan.

Untuk kunjungan pertama, Downtown Dubai menjadi salah satu pilihan paling praktis. Kawasan ini menempatkan ikon kota seperti Burj Khalifa, Dubai Mall, dan Dubai Fountain dalam satu area yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Pilihan hotelnya pun beragam, sehingga wisatawan dapat menyesuaikan akomodasi dengan anggaran dan kebutuhan.

Jika yang dicari adalah suasana lebih santai, arahkan pilihan ke Jumeirah atau Kite Beach. Deretan hotel butik, resort tepi pantai, dan kafe menciptakan atmosfer yang lebih rileks, tepat untuk menyelipkan waktu bersantai di antara agenda menjelajahi kota.

Namun, bagi wisatawan yang ingin mengenal Dubai dari sisi yang berbeda, Old Dubai layak mendapatkan porsi khusus dalam itinerary. Kawasan Deira dan Bur Dubai menghadirkan jejak sejarah dan kehidupan lokal yang kontras dengan lanskap modern Dubai.

Di sini, perjalanan dapat dimulai dari Al Fahidi Historical Neighbourhood, dilanjutkan dengan menyusuri Gold Souk dan Spice Souk. Salah satu pengalaman sederhana yang justru berkesan adalah menyeberangi Dubai Creek menggunakan abra tradisional. Tarifnya hanya AED 1, menjadikannya bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga cara singkat menikmati atmosfer Dubai yang lebih dekat dengan akar sejarahnya.

Jangan Hanya Mencari Restoran Indonesia

Dubai dikenal sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim. Pilihan makanan halal sangat mudah ditemukan, mulai dari hidangan khas Emirat hingga restoran internasional.

Bagi wisatawan Indonesia, menemukan cita rasa dari rumah pun bukan perkara sulit. Dubai memiliki lebih dari 30 restoran Indonesia, dengan pilihan mulai dari rumah makan kasual hingga restoran dengan konsep yang lebih modern.

Foto: Supplied

Untuk hidangan rumahan dengan harga terjangkau, Dapoer Kita menawarkan menu seperti rendang dan ayam penyet. Sementara itu, Andaliman Restaurant menghadirkan masakan Indonesia dengan pendekatan yang lebih kontemporer.

Meski demikian, perjalanan ke Dubai akan terasa kurang lengkap jika tidak menyisihkan waktu untuk mencicipi cita rasa lokal. Machboos dan luqaimat dapat menjadi pilihan untuk mengenal kuliner Emirat, sementara secangkir gahwa, atau kopi Arab, menawarkan pengalaman yang lebih kultural.

Gahwa bukan sekadar minuman. Secara turun-temurun, kopi Arab disajikan sebagai simbol sambutan hangat kepada tamu dan hingga kini tetap menjadi bagian penting dari tradisi Emirat.

Susun Itinerary, Jangan Sekadar Daftar Destinasi

Salah satu cara menikmati Dubai dengan lebih nyaman adalah menyusun perjalanan berdasarkan kawasan. Daripada berpindah-pindah melintasi kota dalam satu hari, kelompokkan destinasi yang lokasinya berdekatan.

Hari di Downtown, misalnya, dapat diisi dengan menjelajahi area Burj Khalifa dan Dubai Mall. Hari berikutnya bisa diarahkan ke Palm Jumeirah atau Dubai Marina, sementara satu hari khusus dapat digunakan untuk mengenal Old Dubai, mulai dari Al Fahidi hingga Dubai Creek.

Strategi sederhana ini membantu mengurangi waktu di perjalanan sekaligus memberi ruang untuk menikmati setiap kawasan tanpa terburu-buru.

Memilih hotel yang dekat dengan stasiun metro juga dapat membuat mobilitas lebih efisien. Begitu pula dengan memesan tiket atraksi lebih awal, yang dapat membantu mengatur pengeluaran selama perjalanan.

Perhatikan Detail Kecil yang Membuat Perjalanan Lebih Nyaman

Pembayaran nontunai telah diterima secara luas di Dubai. Meski demikian, tetap disarankan membawa sedikit uang tunai dalam mata uang dirham untuk transaksi kecil maupun memberikan tip.

Wisatawan juga perlu memperhatikan adat istiadat setempat. Pakaian yang sopan sebaiknya dikenakan ketika mengunjungi masjid dan situs warisan budaya. Memahami etika lokal dan menghormati norma budaya akan membuat pengalaman perjalanan terasa lebih nyaman sekaligus bermakna.

Bagi wisatawan Muslim, fasilitas ibadah tersedia di banyak pusat perbelanjaan, bandara, dan tempat wisata, sehingga waktu ibadah tetap dapat disesuaikan dengan agenda perjalanan.

Menemukan Dubai di Balik Ikon-Ikonnya

Dubai memang menawarkan banyak atraksi ikonik. Namun, pengalaman yang paling membekas tidak selalu datang dari tempat-tempat yang paling populer.

Ada sensasi berbeda ketika menyeberangi Dubai Creek dengan abra, berjalan perlahan di kawasan bersejarah, mencicipi machboos dan luqaimat, atau sekadar menikmati gahwa sambil merasakan keramahan masyarakat setempat.

Justru dari pengalaman-pengalaman sederhana itulah karakter Dubai perlahan terbaca: sebuah kota yang bergerak cepat menuju masa depan, tetapi tetap menyimpan ruang bagi sejarah, tradisi, dan keberagaman budaya.

Foto: Supplied

Bagi perjalanan pertama, kuncinya bukan menuntaskan sebanyak mungkin destinasi, melainkan memilih pengalaman yang paling sesuai dengan gaya perjalanan. Dengan transportasi yang mudah, pilihan kawasan menginap yang beragam, serta lanskap kuliner yang kaya, Dubai menjadi kota yang dapat dinikmati baik oleh mereka yang datang untuk pertama kali maupun oleh wisatawan yang ingin kembali menemukan sisi lainnya.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com