Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand 8 September 2026 0
Riyadh Air baru saja menjalin kemitraan strategis dengan Sabre Corporation (NASDAQ: SABR), pemimpin global dalam teknologi perjalanan. Dalam kolaborasi ini, Riyadh Air akan mengadopsi teknologi canggih SabreMosaicTM Offer Optimization, memungkinkan maskapai ini untuk langsung mengintegrasikan teknologi berbasis penawaran dan pemesanan sejak hari pertama operasinya pada 2025. Ini adalah langkah yang ambisius dan futuristik. Bayangkan sebuah maskapai yang bisa menciptakan penawaran yang benar-benar dipersonalisasi, menyentuh berbagai aspek pengalaman pelanggan. Itulah visi Riyadh Air. Dengan menggandeng Sabre, mereka sedang menciptakan teknologi revolusioner yang belum pernah ada di dunia penerbangan. Didukung oleh Sabre Travel AITM dan teknologi AI serta Pembelajaran Mesin (ML) dari Google, Riyadh Air dapat menyegmentasi pelanggan dengan cerdas dan menciptakan bundel penawaran yang tepat guna. Ini bukan sekadar teknologi, tapi solusi yang memungkinkan maskapai ini menawarkan layanan unik dan disesuaikan untuk setiap pelancong. Sederet Teknologi Terbaru Di tengah persaingan regional yang ketat, Riyadh Air akan menggunakan alat-alat seperti SabreMosaic Air Price IQ, Ancillary IQ, Bundle IQ, dan Upgrade IQ untuk mengelola penawaran dinamisnya. Bahkan, Riyadh Air juga akan menjadi maskapai pertama di dunia yang mengadopsi SabreMosaic Continuous Revenue Optimizer, yang memungkinkan mereka menjalankan penetapan harga berkelanjutan tanpa tarif dan kelas pemesanan tradisional. Ini adalah lompatan besar yang memberikan Riyadh Air kemampuan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih fleksibel dan personal, sembari memaksimalkan potensi pendapatan mereka. Foto: Dok. Riyadh Air “Kami sangat bersemangat bisa bekerja sama dengan Riyadh Air,” ujar Darren Rickey, Wakil Presiden Senior Penjualan Maskapai Global Sabre Travel Solutions. “Pendekatan digital-first Riyadh Air dan visi mereka yang progresif sejalan dengan komitmen Sabre untuk memimpin transformasi industri penerbangan. Kami berdua memiliki dedikasi yang sama terhadap inovasi, dan ini adalah langkah besar menuju masa depan ritel maskapai yang sepenuhnya berbasis penawaran.” Sabre sendiri dikenal dengan teknologi modular dan fleksibel yang memungkinkan maskapai beroperasi dalam ekosistem IT yang luas dan beragam. Itulah alasan Riyadh Air memilih Sabre, sebagai bagian dari strategi mereka untuk menjadi maskapai terdepan dalam menawarkan layanan yang dipersonalisasi, inovatif, dan skalabel. Awal tahun ini, Sabre memperkenalkan SabreMosaic, platform ritel yang dibangun menggunakan teknologi AI Google dan arsitektur Google Cloud. SabreMosaic menawarkan fleksibilitas dan kecepatan dengan teknologi modular, memungkinkan maskapai untuk menyusun penawaran yang benar-benar dinamis dan disesuaikan. Bersama Google, Sabre terus mendorong batasan teknologi dengan membawa aplikasi Generative AI pertama di industri ini ke pasar, menciptakan pengalaman terbang masa depan yang semakin personal dan terhubung. POPULARMengapa Bo & Bun Masih Jadi Favorit Kuliner di Seminyak Setelah 10 Tahun?57Pada sebuah sudut kecil di Seminyak, ada cerita yang dimulai pada 2014. Bo & Bun, dengan hanya 35 kursi saat…Markette Awali Debutnya di Kota Kasablanka, ini Menu Terbaiknya50Markette - Jakarta tak henti-hentinya menyajikan kejutan kuliner, dan kali ini, kami menemukan hidden gem terbaru yang siap mengguncang lidah… Share This Articles Share this article
Buka Rute Jakarta-Bangkok: Transnusa Bangun Lanskap Baru Penerbangan Regional by Yudasmoro Minasiani 12, August, 2026
Lampung Makin Mendunia! TransNusa Buka Rute Langsung ke Kuala Lumpur by Yudasmoro Minasiani 30, July, 2026
Desain Kursi Baru di Kelas Ekonomi Emirates, Ultra-Nyaman Meski Terbang Long-Haul by Febriyanti Salim 23, July, 2026
Fuji Dream Airlines Perkuat Armada, Embraer E175 Kembali Dipilih by Yudasmoro Minasiani 22, July, 2026
Hidden Gem Bandung: Jelajah Hanggar PT Dirgantara Indonesia yang Jarang Diketahui Turis by Yudasmoro Minasiani 16, July, 2026
TransNusa Resmi Buka Penerbangan Langsung Bali–Phuket, Tiket Mulai Rp2,9 Juta by Febriyanti Salim 13, July, 2026
Mulai Agustus 2026, TransNusa Terbang Dua Kali Sehari ke Bangkok by Yudasmoro Minasiani 7, July, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Saatnya Menemukan Sisi Unik Negeri Ginseng di Korea Travel Fair 2026 by Yudasmoro Minasiani 11, September, 2026 Korea Selatan telah lama menjadi destinasi yang sulit dilepaskan dari imajinasi wisatawan Indonesia....
HONO Berawa: Social Listening Lounge Baru di Bali untuk Pecinta Vinyl, Cocktail, dan Musik by Novani Nugrahani 10, September, 2026 Ada tempat-tempat di Bali yang tidak perlu berusaha terlalu keras untuk membuat orang...
Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand by Febriyanti Salim 8, September, 2026 Fairmont Bangkok Sukhumvit resmi hadir sebagai hotel Fairmont pertama di Thailand, membawa karakter khas...