Di tengah budaya travel planning yang semakin detail, muncul ketertarikan baru terhadap cara bepergian yang lebih longgar, sebuah pendekatan yang sering disebut slow travel. Bukan sekadar bepergian lebih lambat, tetapi memberi ruang bagi spontanitas, jeda, dan keputusan yang dibuat berdasarkan apa yang ingin dilakukan saat itu. Dalam pendekatan ini, tidak melakukan apa-apa selama beberapa jam bukan berarti membuang waktu. Justru itulah bagian dari perjalanan. Foto: Wink Unscripted by Hyatt Konsep tersebut menemukan bentuk yang menarik dalam industri hospitality. Wink Unscripted by Hyatt, misalnya, memperkenalkan STAY24, sebuah konsep yang memungkinkan tamu melakukan check-out pada waktu yang sama dengan saat mereka melakukan check-in, kapan pun waktunya. Tidak ada kewajiban mengikuti jam check-out konvensional. Gagasannya sederhana: pengalaman menginap seharusnya mengikuti waktu tamu, bukan sebaliknya. Ketika Waktu Menjadi Bagian dari Pengalaman STAY24 menawarkan perspektif berbeda. Bersama fasilitas yang tersedia sepanjang waktu seperti gym, bar, laundromat, dan Grab & Go, konsep tersebut menciptakan sebuah pengalaman menginap yang tidak terlalu bergantung pada jadwal. Menariknya, gagasan tersebut tidak berhenti pada fasilitas. Pada 24 Juli, Wink menghidupkan konsep 24/7 melalui serangkaian aktivitas yang berlangsung pada jam-jam yang biasanya tidak masuk dalam agenda wisata konvensional. Foto: Wink Unscripted by Hyatt Pukul 01.00, misalnya, berlangsung pimp-my-noodle pop-up yang dipimpin chef, termasuk chef berbintang Michelin Peter Cuong Franklin dan Khai Vu dari PRIME Steak Boutique & Chill. Pukul 05.00, aktivitas berlanjut dengan kelas gym bergaya aerobik. Dua jam kemudian, seniman Richie Fawcett mengajak tamu mengikuti Saigon sketch safari ketika sebagian besar orang mungkin masih berada di tempat tidur. Foto: Dok. Wink Unscripted by Hyatt Yang menarik bukan semata-mata aktivitasnya, melainkan gagasan di baliknya: perjalanan tidak harus selalu terjadi pada jam yang dianggap “normal”. Dari Itinerary ke Intuisi Perubahan ini juga menunjukkan bagaimana ekspektasi terhadap hotel mulai bergeser. Hotel tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat untuk tidur setelah seharian menjelajahi destinasi. Ia dapat menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri, ruang untuk bertemu komunitas, mencoba sesuatu yang spontan, atau sekadar menentukan sendiri apa yang ingin dilakukan berikutnya. Wink sendiri menempatkan koneksi dengan komunitas lokal sebagai bagian penting dari pendekatannya. Aktivitas yang digelar pada 24 Juli dirancang untuk menghubungkan tamu dengan komunitas di destinasi yang mereka kunjungi, bukan membuat mereka terisolasi di dalam hotel. Ini mungkin menjadi salah satu arah menarik dalam hospitality ke depan: memberikan lebih banyak kebebasan, bukan semakin banyak aturan. POPULARTrisara Phuket, Sebuah Pelarian ke Dunia yang Berbeda90Trisara, yang dalam bahasa Sansekerta berarti "Taman di Surga Ketiga," adalah sebuah resor eksklusif dan mewah yang berlokasi di salah…Selamat! Hotel Tugu Malang Raih Penghargaan dari Travel+Leisure90Hotel Tugu Malang, rumah bagi cerita-cerita lama yang dibingkai dalam kenyamanan modern, baru saja mencatatkan prestasi membanggakan: terpilih sebagai salah…Dari Kota Tua ke Hutan Pinus, Ini Cara Nikmati Bandung Tanpa Buru-Buru90Di jantung Bandung yang tak pernah benar-benar tidur, Jalan Braga selalu punya cara untuk memanggil kembali. Di lanskap inilah de… TAGS :hotel Share This Articles Share this article
Aman Residences Singapore Hadir di Gedung Tertinggi Singapura, Ultra-Luxury dengan Panorama 360 Derajat by Febriyanti Salim 16, July, 2026
Genap Berusia 125 Tahun! Sofitel Legend Metropole Hanoi ini Bukan Hotel Biasa by Yudasmoro Minasiani 9, July, 2026
Dua Kota, Satu Filosofi: Cara The Hari Mengubah Liburan Keluarga Jadi Pengalaman Penuh Cerita by Novani Nugrahani 1, July, 2026
Waldorf Astoria Kuala Lumpur Hadir Akhir 2026, Reservasi Kini Sudah Dibuka by Febriyanti Salim 30, June, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Buka Rute Jakarta-Bangkok: Transnusa Bangun Lanskap Baru Penerbangan Regional by Yudasmoro Minasiani 12, August, 2026 Ada masa ketika penerbangan Jakarta–Bangkok sekadar berarti berpindah dari satu ibu kota Asia...
Kiprah IAPVC 35 Tahun Merekam Wildlife Lewat Lensa by Yudasmoro Minasiani 10, August, 2026 Ada cara tertentu untuk melihat alam yang tidak selalu membutuhkan perjalanan jauh ke...
Bangkok Menyambut The Langham, Mulai Reservasi di Akhir 2026 by Febriyanti Salim 5, August, 2026 Tidak banyak bangunan di Bangkok yang memiliki perjalanan sejarah sepanjang Custom House. Berdiri...