Ada sesuatu yang berbeda di pesisir selatan Kamboja pada pertengahan Mei lalu. Selama lima hari, 13–17 Mei 2026, “CIFF 360 in Kep” mengubah kota pesisir kecil ini menjadi ruang pertemuan antara sinema, seni, budaya, dan percakapan tentang masa depan. Festival yang merupakan perluasan dari Cambodia International Film Festival (CIFF) ini berlangsung di sejumlah venue ikonis seperti Knai Bang Chatt by Kep West, Kep Wellness Center, Kampot Beach, hingga The Deck at Kep West. Atmosfernya terasa intim sekaligus artistik. “CIFF 360 tidak pernah dirancang sebagai festival film biasa,” ujar Peter J. Brongers, Secretary General Art for Kep. “Kami ingin menciptakan platform budaya yang menghubungkan sinema dengan tempat, lingkungan, warisan budaya, dan komunitas.” Dan memang, itulah yang terasa sepanjang festival berlangsung. Foto: Dok. CIFF360 Malam pembukaan dimulai dengan screening di tepi pantai Kampot sebelum acara resmi dibuka di Kep West. Ketika malam turun, para tamu menikmati kurasi film-film Kamboja dan internasional dalam setting open-air yang nyaris terasa sinematik dengan sendirinya. Ada dokumenter, film pendek, karya eksperimental, hingga cerita-cerita komunitas yang memperlihatkan wajah Kamboja dari perspektif yang lebih personal dan emosional. Salah satu momen paling berkesan datang lewat penayangan perdana Beneath the Surface, dokumenter terbaru karya sutradara Vinay Bharadwaj yang mengeksplorasi visi besar di balik Kep West dan Art for Kep. Diputar menghadap laut lepas, film ini membawa penonton menyelami transformasi budaya dan lingkungan yang tengah tumbuh di pesisir selatan Kamboja. Festival ini juga menjadi penghormatan bagi warisan sinema Kamboja. Film klasik La Joie de Vivre karya Raja Norodom Sihanouk diputar sebagai bagian dari program Francophonie sekaligus perayaan ulang tahun sang Raja. Sementara itu, karya legendaris seperti The Time to Cry dari sineas perempuan pionir Uong Kanthouk kembali mengingatkan dunia pada era keemasan perfilman Kamboja yang pernah berjaya sebelum hilang ditelan sejarah. Foto: Dok. CIFF360 Namun CIFF 360 bukan hanya tentang nostalgia. Festival ini juga memberi ruang bagi generasi baru sineas Kamboja untuk bersinar. Nama-nama seperti Davy Chou, Mony Darung, Laurence Ly, hingga Sophea Kim menghadirkan karya yang memperlihatkan bagaimana lanskap kreatif Kamboja kini berkembang semakin progresif dan relevan di Asia Tenggara. Yang membuat festival ini terasa berbeda adalah bagaimana isu lingkungan hadir sebagai bagian alami dari cerita. Di berbagai sesi screening dan diskusi, laut menjadi tokoh utama. Bersama Marine Conservation Cambodia, festival menghadirkan percakapan tentang mangrove, terumbu karang, biodiversitas, hingga ekosistem bawah laut Asia Tenggara. Semua dikemas bukan dengan pendekatan yang menggurui, melainkan lewat storytelling yang puitis dan emosional. Foto: Dok. CIFF360 Sorotan lainnya hadir melalui penyelenggaraan perdana Cambodia Film Forum bertema “Cambodia Film Forward: Imagine, Connect, Create.” Berlangsung di taman tropis Knai Bang Chatt, forum ini mempertemukan filmmaker, produser, komunitas kreatif, hingga pelaku industri budaya untuk membicarakan masa depan perfilman Kamboja. Diskusinya membahas kolaborasi regional, pelatihan talenta muda, hingga bagaimana industri kreatif dapat menjadi kekuatan baru pariwisata dan budaya di negara tersebut. Di balik semua itu, Knai Bang Chatt by Kep West tampak bukan sekadar resort mewah di tepi pantai. Properti yang dibangun dari restorasi vila-vila modernis era 1950-an ini perlahan memposisikan diri sebagai bagian dari gerakan budaya yang lebih besar. Quiet luxury berpadu dengan seni, wellness, dan pengalaman budaya yang terasa lebih meaningful dibanding sekadar escapism biasa. Kep sendiri mungkin belum sepopuler Bangkok atau Bali. Namun justru di situlah daya tariknya. Kota kecil di pesisir selatan Kamboja ini kini mulai membangun identitas baru sebagai destinasi cultural tourism dan creative escape di Asia Tenggara. POPULARAda Paket Staycation Bertema Baby Shark di Fairmont Singapore71Di tengah lanskap urban yang dinamis, Singapura kembali menghadirkan alasan baru untuk dikunjungi; kali ini lewat pengalaman staycation keluarga yang…Jelajahi Pesona Braga Lewat Pengalaman Menginap Seru Bersama Keluarga71Ada sesuatu yang selalu membuat liburan sekolah terasa istimewa. Bukan semata tentang pergi ke tempat baru, melainkan kesempatan untuk memperlambat…Grand Hyatt Singapore Luncurkan Tur Heritage Orchard Road untuk Rayakan 55 Tahun Hari Jadinya69Bagi banyak pelancong, Orchard Road adalah wajah modern Singapura. Deretan pusat perbelanjaan kelas dunia, hotel-hotel mewah, dan hiruk-pikuk kehidupan urban… TAGS :hotel Share This Articles Share this article
Hong Kong Summer Fun 2026: Festival, Disneyland, hingga Football Festival Meriahkan Musim Panas by Febriyanti Salim 2, July, 2026
Jelajahi Pesona Braga Lewat Pengalaman Menginap Seru Bersama Keluarga by Febriyanti Salim 1, July, 2026
Saat Batik Menyulam Tradisi dan Masa Depan Industri Kreatif Indonesia di Puspa Nuswantara 2026 by Irma Andiani 29, June, 2026
Liburan ke Hong Kong Makin Nyaman, Hampir 300 Fasilitas Ramah Muslim Siap Menyambut Wisatawan by Febriyanti Salim 23, June, 2026
Jelajahi Lautan Terdalam Dunia Lewat Pameran Baru ArtScience Museum Singapura by Novani Nugrahani 18, June, 2026
Singapura Punya Atraksi Baru, CRYBABY Cry Me an Ocean di Resorts World Sentosa by Yudasmoro Minasiani 11, June, 2026
Grand Hyatt Singapore Luncurkan Tur Heritage Orchard Road untuk Rayakan 55 Tahun Hari Jadinya by Febriyanti Salim 10, June, 2026
Tak Sekadar Menuju Bandung, Plataran Tawarkan Pengalaman Romantisme Parahyangan by Yudasmoro Minasiani 10, June, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Qantas Tambah Layanan Economy Plus di Airbus A330, Ini Fasilitas dan Harganya by Febriyanti Salim 3, July, 2026 Ada kalanya kenyamanan dalam perjalanan bukan hanya soal kursi yang lebih empuk, tetapi...
Zaborin, Ryokan untuk Melupakan Masalah by Yudasmoro Minasiani 2, July, 2026 Ada kalanya liburan bukan tentang mengejar destinasi baru, tapi menemukan tempat yang mampu...
Yamanashi dan Hyogo, Dua Destinasi yang Mendefinisikan Ulang Wellness Travel di Jepang by Yudasmoro Minasiani 2, July, 2026 Tak semua perjalanan dirancang untuk mengejar sebanyak mungkin destinasi. Ada kalanya, sebuah perjalanan...