Now Reading:

Begini Cara Kopi Kenangan Meracik Keberlanjutan


Di balik secangkir kopi yang dinikmati setiap hari, tersimpan perjalanan panjang yang melibatkan petani, rantai pasok, lingkungan, hingga mereka yang selama ini masih berjuang memperoleh kesempatan kerja yang setara. Kesadaran inilah yang menjadi fondasi Kopi Kenangan dalam membangun bisnisnya. Melalui Laporan ESG (Environment, Social, Governance) 2025, perusahaan menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak lagi hanya diukur dari ekspansi gerai atau pencapaian finansial, tetapi juga dari dampak positif yang berhasil diciptakan bagi masyarakat dan bumi.

Komitmen tersebut terlihat nyata melalui keputusan untuk memasok 100 persen bahan baku utamanya dari supplier lokal. Langkah ini bukan sekadar memperkuat kualitas produk, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ekosistem pertanian dan perekonomian Indonesia. Sepanjang 2025, perusahaan juga mengalihkan lebih dari 50 ton limbah operasional dari tempat pembuangan akhir melalui berbagai program ekonomi sirkular, sekaligus mulai menjalankan peta jalan dekarbonisasi dengan menghitung jejak karbon operasional dan berhasil menekan emisi karbon melalui sejumlah inisiatif keberlanjutan.

Kopi Kenangan merilis Laporan ESG 2025 di Jakarta (Foto: Supplied)

Perjalanan menuju bisnis yang lebih bertanggung jawab juga dimulai dari hulu. Kopi Kenangan menjalin kolaborasi bersama Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali untuk memperkuat ekosistem kopi Indonesia. Mulai dari edukasi pertanian berkelanjutan bagi para petani, program inkubasi bisnis untuk generasi muda, hingga dukungan infrastruktur, seluruh inisiatif tersebut menjadi investasi jangka panjang agar kualitas kopi Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesejahteraan para pelaku di dalamnya.

Makna keberlanjutan juga diterjemahkan melalui aspek sosial. Tahun ini, Kopi Kenangan meluncurkan program Barista Hebat yang membuka peluang karier bagi penyandang disabilitas tuli melalui pelatihan, pengembangan keterampilan, dan pendampingan profesional. Program ini menjadi bukti bahwa industri makanan dan minuman dapat menjadi ruang kerja yang lebih inklusif, di mana keberagaman bukan sekadar diterima, melainkan diberdayakan sebagai kekuatan yang mendorong pertumbuhan bersama.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kopi Kenangan memperlihatkan bahwa praktik ESG bukan lagi sekadar laporan tahunan, melainkan bagian dari strategi bisnis yang hidup dalam setiap rantai prosesnya. Dari biji kopi yang berasal dari petani lokal, pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab, hingga hadirnya kesempatan baru bagi kelompok yang selama ini kurang terwakili, perusahaan menunjukkan bahwa secangkir kopi hari ini dapat menghadirkan manfaat yang jauh melampaui rasa, menciptakan dampak berkelanjutan bagi Indonesia.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com