Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand 8 September 2026 0
Bagi banyak pelancong, Orchard Road adalah wajah modern Singapura. Deretan pusat perbelanjaan kelas dunia, hotel-hotel mewah, dan hiruk-pikuk kehidupan urban menjadikannya salah satu boulevard paling terkenal di Asia. Namun jauh sebelum lampu etalase menyala dan keramaian memenuhi trotoarnya, kawasan ini pernah berupa hamparan perkebunan pala, lada, dan buah-buahan yang membentuk lanskap Singapura pada abad ke-19. Dalam rangka merayakan perjalanan 55 tahun yang tumbuh bersama kawasan tersebut, Grand Hyatt Singapore menghadirkan Stories of Orchard, sebuah tur jalan kaki yang mengajak tamu melihat Orchard Road dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar berjalan menyusuri jalanan ikonik, pengalaman ini menjadi perjalanan menembus lapisan waktu yang membentuk salah satu distrik paling dinamis di Asia Tenggara. Stories of Orchard di Somerset (Foto: Supplied) Dikurasi bersama pakar warisan perkotaan Yong Min Ho, pendiri The Urbanist Singapore, tur ini dimulai dari Grand Hyatt Singapore sendiri. Hotel yang pertama kali dibuka pada tahun 1971 dengan nama Singapore Hyatt Hotel itu menjadi saksi hidup transformasi Singapura selama lebih dari lima dekade. Saat pertama kali berdiri, hotel ini merupakan salah satu hotel konvensi terbesar di Asia di luar Jepang dan bahkan menjadi hotel terbesar di Asia Tenggara. Perjalanan kemudian membawa peserta menelusuri Orchard Road yang menyimpan lebih banyak cerita dibanding yang terlihat di permukaan. Salah satu pemberhentian menarik adalah patung perunggu Nutmeg & Mace di ION Orchard, karya seniman Singapura Kumari Nahappan. Bagi sebagian orang, karya seni ini mungkin hanya elemen dekoratif kota. Namun bagi mereka yang mengikuti tur, patung tersebut menjadi pengingat akan masa ketika pala menjadi komoditas yang membentuk identitas kawasan ini. Dari Orchard, peserta melanjutkan perjalanan menggunakan MRT menuju Somerset. Di sini, cerita beralih pada bagaimana perencanaan kota mengubah sebuah kanal sederhana menjadi kawasan gaya hidup yang kini dipenuhi restoran, kafe, dan ruang sosial modern. Nuansa berubah ketika langkah kaki memasuki Emerald Hill. Hanya beberapa meter dari keramaian Orchard Road, kawasan konservasi ini menghadirkan suasana yang jauh lebih tenang dengan deretan rumah toko bergaya Chinese Baroque yang memesona. Tur berakhir kembali di Orchard Road masa kini, ketika gedung-gedung pencakar langit dan landmark modern berdiri berdampingan dengan kisah-kisah lama yang masih tersimpan di baliknya. Sebuah pengingat bahwa di Singapura, masa depan dan warisan budaya tidak berjalan berlawanan arah, melainkan tumbuh berdampingan. Grand Hyatt Singapore, Deluxe Room (Foto: Supplied) Sebagai kenang-kenangan, peserta akan menerima kartu NETS FlashPay edisi khusus yang menampilkan ilustrasi karya studio kreatif Ripple Root. Lebih dari sekadar alat pembayaran transportasi, kartu ini menjadi simbol perjalanan yang menghubungkan sejarah, seni, dan kehidupan sehari-hari di Singapura. Bagi yang ingin melanjutkan pengalaman setelah tur usai, Grand Hyatt Singapore menawarkan beragam pilihan kuliner. Mulai dari suasana santai di 10|SCOTTS dengan sajian canape artisanal dan minuman pilihan, hingga StraitsKitchen yang menghadirkan kekayaan cita rasa Tionghoa, Melayu, India, dan Peranakan dalam satu destinasi gastronomi. POPULARBukan Bali atau Bangkok, Kota Pesisir di Kamboja Ini Jadi Destinasi Artsy Baru Asia Tenggara69Ada sesuatu yang berbeda di pesisir selatan Kamboja pada pertengahan Mei lalu. Selama lima hari, 13–17 Mei 2026, "CIFF 360…Menikmati Street Food Jepang Tanpa Terbang ke Negeri Sakura di "60 Seconds to Tokyo"68Ada kalanya rasa rindu pada Jepang datang bukan karena ingin melihat bunga sakura atau berjalan di persimpangan Shibuya. Bagi banyak…Artotel Group Gandeng Unpad dalam Kolaborasi Baru66Ada banyak cara untuk mengenal dunia hospitality. Bukan hanya melalui buku teks atau ruang kelas, tetapi juga lewat pengalaman langsung,… TAGS :hotel singapura Share This Articles Share this article
Saatnya Menemukan Sisi Unik Negeri Ginseng di Korea Travel Fair 2026 by Yudasmoro Minasiani 11, September, 2026
Ingin Staycation di Puncak? Le Eminence Tawarkan Free Upgrade Junior Suite hingga 24-Hour Stay by Febriyanti Salim 7, September, 2026
Jakarta Dessert Week 2026: Saat Dangdut Bertemu Dessert di Jakarta by Yudasmoro Minasiani 2, September, 2026
Menikmati Mid-Autumn Festival dengan Pengalaman Kuliner dan Staycation di Gading Serpong by Novani Nugrahani 24, August, 2026
Tradisi Bali Bertemu Kreativitas Modern di Powerful Indonesia Festival 2026 by Febriyanti Salim 20, August, 2026
Dopamine Land Jakarta Segera Dibuka, Ada 9 Ruang Interaktif untuk Merayakan Kebahagiaan by Yudasmoro Minasiani 19, August, 2026
Shelter Sessions Vol. 12 Bawa Gastronomi Berbasis Api ke Pererenan by Febriyanti Salim 18, August, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Bali yang Tak Ada di Brosur Wisata: Menemukan Pulau Dewata Lewat Orang-Orang yang Menjaganya by Febriyanti Salim 21, September, 2026 Bali barangkali merupakan salah satu destinasi yang paling mudah dikenali di dunia. Pura,...
Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah geliat pariwisata Pererenan, Bali, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman menginap yang...
Kemang Icon Hotel: Ketika Sebuah Hotel Memilih Bertahan Hanya dengan 12 Kamar by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah kawasan Kemang yang terus berubah, hotel-hotel baru datang dengan berbagai konsep,...