Bandung selalu punya alasan untuk dikunjungi. Kali ini, kami menemukannya di kawasan Pasteur, tepatnya di ARTOTEL Suites Aquila Bandung. Sebuah hotel yang berhasil menghidupkan kembali bangunan legendaris (Grand Aquila) dengan sentuhan desain kontemporer khas ARTOTEL. Sejak memasuki lobi, atmosfer hangat langsung terasa. Karakter klasik yang telah melekat selama puluhan tahun tetap dipertahankan, namun kini berpadu dengan napas modern yang menghadirkan pengalaman menginap terasa lebih segar dan personal. Berada di kawasan Pasteur (gerbang masuk kota Bandung), hotel ini menjadi titik awal yang ideal untuk menjelajahi Bandung. Bandara Husein Sastranegara, Stasiun Bandung, akses tol, hingga berbagai destinasi kuliner dan pusat belanja dapat dicapai dengan mudah. Bagi traveller yang ingin menikmati kota tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan, posisi ARTOTEL Suites Aquila menawarkan kenyamanan tersendiri. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh TRAVELETC.ID – Media (@traveletc.media) Napas Baru ARTOTEL Suites Aquila Selama menginap, saya merasakan bagaimana hotel ini di-convert bukan sekadar sebagai tempat beristirahat. Lebih dari 200 kamar dan suite hadir dengan nuansa elegan yang tetap terasa homey. Kolam renang, pusat kebugaran, hingga restoran melengkapi pengalaman bersantai. Di balik transformasinya, hotel ini tidak berusaha melupakan sejarah, tapi justru merayakannya dengan identitas baru yang lebih relevan dengan gaya hidup wisatawan masa kini. Penegasannya ada di sentuhan interior yang segar, hangat namun terasa kekinian yang berada di lantai-lantai dan lorong kamar. Kesan hotel klasik masih terasa, namun detak modernitas mulai mengisi vibes hotel ini sejak keluar dari pintu lift. Anton Susanto, General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung (Foto: Supplied by Sindikasi Media Network) Anton Susanto, General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung menegaskan, “Hotel ini punya sejarah panjang seperti kota Bandung. Kami tak ingin mengulang kejayaan masa lalu, tapi menghadirkan pengalaman baru lewat perpaduan karakter klasik dengan gaya hidup modern khas ARTOTEL.” Kamar-kamar lapang di sini dilengkapi bathtub di kamarnya – sebuah keuntungan dari mengadopsi konsep hotel klasik – , tapi juga dilengkapi lemari pendingin, boiler hingga sinyal internet yang mumpuni untuk bekerja maunpun meinkmati hiburan. Tapi highlight dari pengalaman menginap adalah kesempatan menjelajahi sisi lain Bandung melalui program Edutainment Factory Tour hasil kolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia. Aktivitas ini menawarkan kesempatan melihat lebih dekat industri dirgantara nasional yang selama ini kerap dipandang underrated. Untuk pejalan keluarga, rasanya ini bisa jadi opsi yang menarik sebagai pengisi aktivitas. Sebuah perpaduan antara stay experience yang nyaman dan eksplorasi edukatif menjadikan ARTOTEL Suites Aquila Bandung bukan hanya tempat bermalam, tetapi juga pintu masuk untuk mengenal Bandung dari perspektif yang lebih luas. TAGS :hotel Share This Articles Share this article
Baru Buka, Mövenpick di Bintan Usung Filosofi Luxury yang Berbeda by Febriyanti Salim 14, August, 2026
Manado Marriott Resort & Spa Buka 2026, Likupang Punya Alasan Baru untuk Dikunjungi by Febriyanti Salim 13, August, 2026
Hotel ini Mengusung Slow Travel, Liburan Tak Lagi Tergantung Waktu by Febriyanti Salim 12, August, 2026
Aman Residences Singapore Hadir di Gedung Tertinggi Singapura, Ultra-Luxury dengan Panorama 360 Derajat by Febriyanti Salim 16, July, 2026
Genap Berusia 125 Tahun! Sofitel Legend Metropole Hanoi ini Bukan Hotel Biasa by Yudasmoro Minasiani 9, July, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Baru Buka, Mövenpick di Bintan Usung Filosofi Luxury yang Berbeda by Febriyanti Salim 14, August, 2026 Di tengah perjalanan yang semakin dipenuhi itinerary, kemewahan perlahan bergeser. Bukan lagi tentang...
Manado Marriott Resort & Spa Buka 2026, Likupang Punya Alasan Baru untuk Dikunjungi by Febriyanti Salim 13, August, 2026 Ada masa ketika Sulawesi Utara dalam imajinasi wisatawan berhenti di Bunaken. Laut biru,...
Hotel ini Mengusung Slow Travel, Liburan Tak Lagi Tergantung Waktu by Febriyanti Salim 12, August, 2026 Di tengah budaya travel planning yang semakin detail, muncul ketertarikan baru terhadap cara...