Now Reading:

Warisan Kuliner Bumi Priangan Masuki Babak Baru di Pondok Indah Mall


Ada sesuatu yang menarik dari kuliner tradisional: ia tidak pernah benar-benar tinggal di masa lalu. Resep dapat diwariskan, teknik memasak dipertahankan, tetapi cara sebuah generasi menikmati makanan selalu berubah. Di titik inilah sebuah restoran heritage diuji.

Pertanyaan tersebut kini menemukan jawabannya di Jakarta melalui Bumi Lembur Kuring, yang resmi membuka pintunya di Pondok Indah Mall 1 pada 12 September 2026. Kehadirannya menandai babak baru dari perjalanan Lembur Kuring, nama yang telah menjadi bagian dari lanskap kuliner Sunda Indonesia sejak 1974.

Lebih dari lima dekade lalu, perjalanan itu bermula dari Lembur Kuring Parung, Bogor, sebelum berkembang ke Lembur Kuring Cimanggis, Depok. Kini, generasi berikutnya membawa DNA kuliner tersebut ke sebuah ruang dengan karakter yang lebih kontemporer.

“Pondok Indah Mall ini seperti jodoh, mereka sangat open ketika menerima kami,” terang Anthony Aziz, pengelola Bumi Lembur Kuring. “Unsur ‘bumi’ kami masukkan ke dalam nama Lembur Kuring karena itu artinya kampung halaman atau rumah. Kami paham Pondok Indah Mall ini sudah dianggap sebagai rumah keduanya warga Jaksel dan kami ingin Bumi Lembur Kuring juga jadi rumah ketiga buat warga di sini,” tambah Shella Wiryanto yang juga pengelola Bumi Lembur Kuring.

Dari Resep Lama ke Pengalaman Baru

Dalam gastronomi, autentisitas bukan semata-mata persoalan mempertahankan resep persis seperti masa lalu. Ia juga berbicara tentang karakter rasa, kualitas bahan, teknik pengolahan, serta ingatan yang muncul ketika sebuah hidangan hadir di meja.

Prinsip tersebut menjadi fondasi Bumi Lembur Kuring. Berbagai hidangan yang disajikan berangkat dari resep-resep yang telah menjadi bagian dari perjalanan Lembur Kuring selama puluhan tahun. Bahan berkualitas, pilihan bumbu, serta teknik memasak yang dikembangkan dari generasi ke generasi menjadi elemen penting dalam mempertahankan profil rasa yang selama ini identik dengan rumah makan tersebut.

Di dalam tradisi kuliner Sunda, kesederhanaan justru sering menjadi ukuran kualitas. Kesegaran bahan, keseimbangan bumbu, tekstur, serta teknik pengolahan yang tepat memiliki peran jauh lebih besar daripada sekadar kompleksitas presentasi. Rasa yang jernih dan bahan yang berbicara menjadi bagian dari karakter gastronomi Sunda.

Bumi Lembur Kuring membawa prinsip itu ke dalam format yang lebih relevan dengan pola bersantap masyarakat urban hari ini.

Karena itu, tempat ini tidak dibangun sebagai museum kuliner yang hanya mengajak pengunjung bernostalgia. Tapi mencoba melakukan sesuatu yang lebih menarik: menerjemahkan kembali warisan kuliner Sunda ke dalam pengalaman bersantap masa kini yang lebih modern.

Heritage yang Tidak Berhenti pada Masa Lalu

Lima dekade adalah rentang waktu yang panjang bagi sebuah bisnis kuliner. Selera berubah, generasi berganti, dan cara orang memilih restoran pun mengalami transformasi.

Namun, ada satu hal yang membuat sebuah nama mampu bertahan: kemampuan membaca zaman tanpa kehilangan identitas.

Bumi Lembur Kuring hadir dengan semangat tersebut. Nilai-nilai yang sejak awal menjadi fondasi Lembur Kuring (keaslian rasa, kualitas, keramahan, dan penghormatan terhadap tradisi) tetap dipertahankan, sementara atmosfer dan pengalaman bersantap dikemas dengan pendekatan yang lebih modern.

Konsep ini membuat Bumi Lembur Kuring memiliki ruang untuk berbicara kepada audiens yang lebih luas. Keluarga dapat datang untuk menikmati hidangan yang akrab, generasi muda menemukan kembali kuliner Sunda dalam konteks yang lebih kekinian, sementara para pencinta gastronomi Nusantara memperoleh kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah tradisi kuliner beradaptasi dengan lanskap hospitality modern.

Pada akhirnya, sebuah hidangan heritage tidak hanya membawa rasa. Ia membawa memori, teknik, cerita keluarga, dan identitas sebuah kebudayaan.

Dari Parung, Cimanggis, hingga Pondok Indah

Perjalanan Lembur Kuring sesungguhnya adalah cerita tentang bagaimana kuliner dapat berpindah ruang tanpa kehilangan jiwanya.

Dari Parung, Kabupaten Bogor, kemudian berkembang ke Cimanggis, Depok, perjalanan tersebut kini sampai di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Perpindahan lokasi ini bukan sekadar ekspansi geografis, melainkan juga representasi dari perubahan zaman dan audiens.

Melalui Bumi Lembur Kuring, sebuah nama yang lahir pada 1974 mencoba memasuki percakapan baru tentang bagaimana kuliner tradisional Indonesia seharusnya hadir di kota metropolitan.

Di sinilah konsep heritage culinary menjadi relevan. Heritage bukan berarti membekukan masa lalu. Sebaliknya, ia adalah kemampuan untuk membawa nilai masa lalu ke masa depan tanpa kehilangan konteks dan karakter aslinya.

Bumi Lembur Kuring berdiri di antara dua dunia tersebut: satu kaki berpijak pada resep dan tradisi yang telah melewati lebih dari lima dekade, sementara kaki lainnya melangkah menuju generasi baru yang memiliki ekspektasi berbeda terhadap sebuah pengalaman bersantap.

Grand Opening pada 12 September 2026 menjadi penanda dimulainya babak tersebut.

Dan mungkin, cara terbaik untuk memahami sebuah warisan kuliner bukanlah hanya dengan mendengarkan ceritanya, melainkan dengan duduk di meja, menikmati hidangannya, dan merasakan bagaimana sebuah tradisi yang telah berusia lebih dari setengah abad kembali menemukan tempatnya di Jakarta.

 

Bumi Lembur Kuring

Pondok Indah Mall 1, Ground Floor Waterpark
RT 01/RW 16, Pondok Pinang, Kebayoran Lama
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12310

Reservasi: +62 811-1022-5544

POPULAR

Share This Articles
Klook.com