Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand 8 September 2026 0
Tidak banyak bangunan di Bangkok yang memiliki perjalanan sejarah sepanjang Custom House. Berdiri sejak 1888 pada masa pemerintahan Raja Rama V, bangunan ini pernah menjadi gerbang utama Thailand menuju dunia, tempat kapal-kapal asing pertama kali berlabuh dan perdagangan internasional mulai membentuk wajah modern negeri itu. Kini, lebih dari seabad kemudian, gerbang tersebut bersiap menjalani babak baru, bukan lagi sebagai kantor bea cukai, tapi sebagai rumah bagi The Langham, Custom House, Bangkok, yang mulai menerima tamu pada 20 Desember 2026. Namun, proyek ini bukan sekadar konversi bangunan heritage menjadi hotel mewah. Yang menarik justru terletak pada cara sejarah diperlakukan. Alih-alih mengembalikan kompleks ini ke bentuk masa lalunya secara literal, Langham Hospitality Group memilih menghadirkan dialog antara dua zaman. Bangunan bersejarah tetap menjadi pusat narasi, sementara sebuah struktur kontemporer karya arsitek Thailand Smith Obayawat berdiri berdampingan sebagai interpretasi masa kini. Sang arsitek bahkan menggambarkan hubungan keduanya layaknya “kakek” dan “cucu”. The Langham, Custom House, Bangkok (Foto: Supplied) Pendekatan tersebut terasa konsisten hingga ke dalam 75 kamar dan suite yang membentuk properti ini. Alih-alih mengejar kemewahan yang demonstratif, interiornya dibangun melalui lapisan-lapisan cerita. Material alami, pencahayaan lembut, serta detail bernuansa Siam menciptakan atmosfer yang tenang di tengah hiruk-pikuk Sungai Chao Phraya. Bahkan elemen seperti bathtub skulptural, pola geometris, hingga pencahayaan dekoratif tidak hadir sebagai ornamen semata, melainkan mengambil inspirasi dari simbol-simbol kemakmuran, arsitektur kuil Thailand, dan estetika era Raja Rama V. Hasilnya adalah ruang yang memadukan craftsmanship kontemporer dengan memori budaya yang masih terasa hidup. Dimensi wellness juga menjadi bagian penting dari pengalaman menginap. Chuan Spa, konsep spa khas The Langham yang berakar pada filosofi Traditional Chinese Medicine, akan melengkapi fasilitas kebugaran berteknologi tinggi yang menghadirkan koleksi Sandstone dari Technogym, instalasi pertamanya di Asia. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana hospitality modern semakin bergerak melampaui sekadar akomodasi, menuju pengalaman yang merawat tubuh sekaligus menghadirkan ketenangan.Sementara itu, bangunan Custom House yang telah direstorasi akan bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup. Lokasinya di kawasan Bang Rak juga memberi nilai lebih bagi para tamu yang ingin mengeksplorasi Bangkok dari perspektif yang lebih autentik. Asiatique The Riverfront, ICONSIAM, Chinatown, hingga koridor kreatif Charoen Krung berada dalam jangkauan yang mudah, didukung layanan transportasi privat melalui sungai maupun armada Bentley yang menjadi bagian dari pengalaman khas hotel ini. Di tengah gelombang hotel-hotel baru yang terus bermunculan di Bangkok, The Langham, Custom House menawarkan sesuatu yang lebih sulit ditemukan: sebuah pengalaman menginap yang lahir dari penghormatan terhadap sejarah. Di sini, kemewahan tidak dibangun melalui kemegahan semata, melainkan melalui kemampuan sebuah tempat untuk mempertahankan ingatan kolektifnya, sembari membuka ruang bagi kisah-kisah baru yang akan datang. POPULARKhusus Solo Traveler: Petualangan Penuh Makna di Cenizaro78Mengawali tahun dengan semangat menjelajah diri, Cenizaro Hotels & Resorts meluncurkan kampanye bertajuk Solo Soulcation, sebuah ajakan untuk pelancong solo…Hyatt dan HYROX Rilis Paket Menginap Khusus Atlet78Di tengah tren gaya hidup aktif yang kian mendunia, Hyatt melalui program World of Hyatt, menggandeng HYROX Asia Pacific. Kolaborasi…Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport Kembali Beroperasi, Lebih Elegan dan Sempurna untuk Healing75Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport - Bicara tentang kenyamanan di tengah padatnya aktivitas Jakarta, Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport seakan… Share This Articles Share this article
Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026
Kemang Icon Hotel: Ketika Sebuah Hotel Memilih Bertahan Hanya dengan 12 Kamar by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026
Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand by Febriyanti Salim 8, September, 2026
Angsana Bogor Gunung Geulis, Resort di Bogor untuk Liburan Singkat dari Jakarta by Yudasmoro Minasiani 8, September, 2026
The Ruma: “Rumah” di Kuala Lumpur yang Selalu Jadi Alasan untuk Kembali by Yudasmoro Minasiani 31, August, 2026
Anantara Bawa Luxury Travel ke Level Baru: Bukan Lagi Soal Destinasi, tapi Cara Menikmatinya by Novani Nugrahani 27, August, 2026
YUKI Ubud Resmi Dibuka, Restoran Jepang Modern Terbesar di Jantung Ubud by Febriyanti Salim 27, August, 2026
Di NIHI Rote, Hotel Bukan Sekadar Tempat Menginap, Tapi Sebuah Sekolah by Febriyanti Salim 24, August, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Bali yang Tak Ada di Brosur Wisata: Menemukan Pulau Dewata Lewat Orang-Orang yang Menjaganya by Febriyanti Salim 21, September, 2026 Bali barangkali merupakan salah satu destinasi yang paling mudah dikenali di dunia. Pura,...
Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah geliat pariwisata Pererenan, Bali, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman menginap yang...
Kemang Icon Hotel: Ketika Sebuah Hotel Memilih Bertahan Hanya dengan 12 Kamar by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah kawasan Kemang yang terus berubah, hotel-hotel baru datang dengan berbagai konsep,...