The Coach – Mengunjungi The Coach Restaurant dan Coach Coffee Shop adalah seperti menyelami dua dimensi yang berbeda dari kota New York, di tengah hiruk pikuk Jakarta. Sebagai restoran The Coach pertama di dunia, tempat ini berhasil menghadirkan pengalaman unik yang memikat, berkat sentuhan estetika dari Stuart Vevers dan William Sofield. Saya merasa seolah-olah tengah berada di jantung New York, dikelilingi oleh keindahan desain dan aroma kuliner yang menggoda. The Coach sendiri adalah sebuah rumah mode global yang telah menjadi ikon sejak didirikan di New York pada tahun 1941. Berjalan menyusuri jejak panjang sejarahnya, saya menemukan bahwa Coach bukan sekadar merek fesyen biasa. Terinspirasi oleh visi kreatif dari Stuart Vevers, sang Direktur Kreatif, Coach menghadirkan semangat inklusif dan keberanian yang kental dari kota asalnya, New York. Ada Taksi di Ruang Makan Memasuki The Coach Restaurant, mata saya langsung terpikat oleh interiornya yang elegan dan modern. Setiap sudut ruangan menampilkan nuansa kota New York yang dinamis, seolah-olah membawa saya ke berbagai tempat ikonik di sana. Terutama instalasi yellow cab taxi yang menggantung terbalik di tengah area makan. Restoran ini menyajikan berbagai pilihan kuliner sepanjang hari, mulai dari sarapan hingga koktail malam, dengan menu yang terinspirasi dari kekayaan kuliner kota New York. Interior The Coach (Foto: Dok. The Coach) Instalasi taksi di langit-langit (Foto: Yudasmoro) Mencoba Menu-Menu Khas New York Saya mencoba berbagai hidangan yang memanjakan lidah, seperti koktail udang jumbo, tiram Rockefeller, dan tuna tartare yang menjadi penghormatan bagi hidangan laut New York. Caesar Salad juga diracik dengan oyster goreng yang gurih dan renyah. Steak New York Strip yang saya cicipi juga tak kalah menggugah selera, menghadirkan cita rasa yang kaya dan autentik. Cacio e Pepe yang menggambarkan warisan Italia di New York juga berhasil memikat hati saya. Tak lupa, Parker House Rolls dan Very Honest Cheeseburger menyuguhkan kelezatan yang sulit dilupakan. Caesar salad (Foto: Yudasmoro) Koleksi koktail di The Coach Restaurant pun layak mendapatkan perhatian khusus. Martini Program yang ditawarkan di sini adalah yang pertama di Jakarta, dan benar-benar memanjakan para pecinta martini. Saya mencoba Coachmen, martini klasik dengan dua jenis gin dan vermouth, serta Tabby Martini yang diracik dengan vodka, St. Germain elderflower, dan sedikit white port. Tidak ketinggalan, Blondie’s Espresso Martini yang unik dengan dark dan spiced rum, memberikan keseimbangan antara rasa mewah dan cita rasa kopi espresso yang kuat. Setelah menikmati hidangan di The Coach Restaurant, saya melanjutkan petualangan kuliner ke Coach Coffee Shop. Tempat ini menawarkan atmosfer kedai kecil New York yang menyenangkan, dengan dinding bercorak semarak dan hidangan klasik yang cocok untuk dinikmati bersama secangkir kopi. Sea Salt Brownie Latte yang khas dan Funfetti Slice dengan warna menggoda menjadi opsi ideal untuk camilan sore. Sambil menikmati kopi dan makanan ringan, saya bisa merasakan semangat kehidupan kota yang tak pernah melambat lewat ornamen lampu-lampu neon dan lantainya yang bercorak ramai. Tabby Martini (Foto: Yudasmoro) The Coach Restaurant tidak hanya menawarkan pengalaman makan yang premium, tetapi juga menjadi tempat untuk merayakan kehidupan. Dari area bar yang ramai hingga kedai kopi yang menyuguhkan beragam menu kopi dan pastry, selalu ada hal yang menarik untuk semua pengunjung. Tak hanya itu, The Coach Restaurant juga menggelar hiburan live music akustik R&B dan soul setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam untuk menambah suasana yang semakin hidup dan meriah. Bagi saya, mengunjungi The Coach Restaurant dan Coach Coffee Shop adalah pengalaman yang tak terlupakan. Setiap detail tempat ini dirancang dengan cermat untuk menghadirkan dimensi baru bagi jenama Coach, menawarkan pengalaman yang memanjakan mata dan selera. Ini adalah tempat yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang ingin merasakan keunikan dan dinamika kota New York di tengah kota Jakarta. POPULARDebut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania93Pecinta kuliner yang merencanakan musim dingin di Niseko akan menemukan satu alasan baru untuk menetap lebih lama di lereng bersalju.…Club Millésime: Ruang Rahasia di Sofitel Singapore92Sofitel Singapore City Centre kini memperkenalkan wajah baru dari kemewahan yang lebih intim melalui Club Millésime, sebuah ruang eksklusif yang…Kisah di Balik Pintu Rahasia 71st Omakase92Di sudut tenang Jakarta Selatan, tersembunyi sebuah ruang yang seolah memisahkan diri dari hiruk-pikuk kota. Namanya 71st Omakase; sebuah tempat… TAGS :foodie Share This Articles Share this article
Ketika Lobster Premium London Menemukan Ritmenya di Jantung Jakarta by Yudasmoro Minasiani 30, January, 2026
Bersembunyi di Libros, Ruang Intim untuk Menikmati Koktail Tanpa Tergesa by Yudasmoro Minasiani 27, January, 2026
Debut MASONRY. di Niseko, Populerkan Wood-Fired Cooking Bergaya Mediterania by Febriyanti Salim 10, December, 2025
CasaLena Masuki Babak Baru dengan Menu Latin yang Lebih Personal by Febriyanti Salim 2, December, 2025
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Kolaborasi Terbaru Dickies x Harley-Davidson: Rebel Wajib Punya! by Yudasmoro Minasiani 24, April, 2026 Ada satu benang merah yang selalu menarik ketika dua ikon bertemu: ketangguhan. Dan...
Ada Paket Staycation Bertema Baby Shark di Fairmont Singapore by Febriyanti Salim 23, April, 2026 Di tengah lanskap urban yang dinamis, Singapura kembali menghadirkan alasan baru untuk dikunjungi;...
Club Millésime: Ruang Rahasia di Sofitel Singapore by Yudasmoro Minasiani 22, April, 2026 Sofitel Singapore City Centre kini memperkenalkan wajah baru dari kemewahan yang lebih intim...