Fairmont Awali Debutnya di Bangkok, Desainnya Terinspirasi Kekayaan Botani Thailand 8 September 2026 0
Titik Dua Ubud – Ada banyak hal yang kini menjadi pertimbangan sebuah akomodasi yang bisa menarik perhatian tamunya. Salah satunya adalah arsitektur dan konsep yang diterapkan, layaknya yang ditawarkan Oleh Titik Dua di Ubud. Dari semua daftar akomodasi di Ubud yang mengangkat nilai-nilai lokal, Titik Dua boleh dibilang memiliki keunikan tersendiri. Hotel butik rancangan arsitek Andra Matin ini justru menonjolkan kearifan lokal di tengah gaya desain modernnya yang mendominasi. Jembatan Ikonik Nama Titik Dua di Ubud juga identik dengan jembatan batu bata yang terbentang dari area depan (tempat parkir) hingga memasuki area lobi hotel. Bentuknya sederhana dengan sedikit berbelok dan lantai kayunya yang tersusun rapi, membuat para tamu yang datang ke sini pasti enggan melewatkan kesempatan untuk berfoto. Foto: Yudasmoro Minasiani Namun di luar semua itu, Titik Dua yang menyertakan slogan ‘hotel creative’ pada namanya, sepertinya ingin memberikan sedikit pengalaman pada tamu-tamunya yang berkunjung. Jembatan ikonik ini seperti ingin membawa tamu dalam sebuah perjalanan simetris yang bisa diartikan dalam banyak hal (bisa jadi membosankan, sederhana atau melelahkan, mengingat jarak jembatan yang cukup panjang terlebih bila sambil menyeret koper). Waktu Terhenti Namun begitu memasuki area lobinya, suasana berubah drastis menjadi teduh dan syahdu. Sambutan petugas hotel memberikan kesan lebih personal dan hangat. Titik Dua tidak mengadopsi konsep meja reservasi yang konvensional. Tamu yang datang ditangani langsung oleh petugas khusus layaknya private butler. Sementara bunyi gemericik air dari kolam di sisi lobi juga memberikan efek menenangkan dengan cahaya temaram yang memberikan nuansa sejuk. Seolah waktu terhenti begitu saja! Titik Dua dikelilingi oleh taman tropis yang hijau menyegarkan dengan suasana yang teduh meskipun lokasinya persis di pinggir jalan raya. Area bersantapnya yaitu Ramu Kitchen berada di lantai dasar dekat kolam renang. Tidak luas namun memberikan kesan akrab dan teduh. Foto: Yudasmoro Minasiani Hidden Gem Titik Dua sepertinya ingin memberikan pengalaman berbeda pada semua tamunya dengan menerapkan konsep hidden gem terutama pada kamar-kamarnya. Berbeda dengan kamar hotel pada umumnya, pintu kamar di Titik Dua nyaris tak terlihat karena dibuat serupa dengan tembok kamar. Ciri ini juga diterapkan pada Coca Bar yang lokasinya ada di sisi jembatan ikonik di depan hotel. Coca Bar berada di bali dinding cermin besar dan bila tidak memperhatikan dengan detail, pintu masuk bar bisa terlewat. Begitu juga dengan pintu kamar mandi yang menerapkan handle di posisi lebih rendah dari pintu biasanya. Kemudian di sisi mini bar juga diselipkan sebuah laci vertikal untuk menyimpan barang-barang pribadi. Ada begitu banyak hal “tersembunyi” yang menarik untuk ditelusuri di hotel artistik ini. Titik Dua tidak melupakan budaya lokal meskipun arsitekturnya bergaya kontemporer minimalis yang kekinian. Untuk menyesap kopi atau teh, disediakan gelas dan coffee dripper yang terbuat dari kayu karya pengrajin setempat. Cobalah mengeksplor hotel ini lebih jauh, maka akan terlihat beberapa canang sari di sudut-sudut hotel sebagai sebuah doa yang selaras dengan ritual adat Bali. Titik Dua juga sudah meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekitarnya. Sebuah langkah yang bijak untuk memenuhi kebutuhan akomodasi saat ini dan masa mendatang. POPULARUmana Bali, Oase di Ujung Selatan Pulau Dewata93Bali tidak pernah kekurangan tempat menginap mewah, tetapi ada satu nama baru yang mencuri perhatian sejak kehadirannya: Umana Bali, LXR…Mengapung dalam Keheningan di Hotel Sages Bali91Tersembunyi di balik hiruk pikuk Canggu yang kini kian dinamis, Hotel Sages menyuguhkan oase baru bagi mereka yang mendamba ketenangan.…TUI BLUE Berawa Hadir di Canggu, Gabungkan Wellness, Padel, dan Lifestyle dalam Satu Destinasi90Di jantung Canggu, ada sebuah tempat yang menawarkan cara berbeda untuk menikmati Bali. Bukan sekadar tempat bermalam, tapi ruang di… Share This Articles Share this article
Bali yang Tak Ada di Brosur Wisata: Menemukan Pulau Dewata Lewat Orang-Orang yang Menjaganya by Febriyanti Salim 21, September, 2026
Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026
7 Cara Menikmati Wellness Escape di Grand Hyatt Bali, dari Tennis hingga Ritual Melukat by Yudasmoro Minasiani 15, September, 2026
Alunê di W Bali – Seminyak: Ketika Luxury Travel Tak Lagi Soal Kemewahan, tapi Cara Menikmati Waktu by Novani Nugrahani 14, September, 2026
Tradisi Bali Bertemu Kreativitas Modern di Powerful Indonesia Festival 2026 by Febriyanti Salim 20, August, 2026
Bukan Sekadar Steakhouse, RISERVA Membawa Ritual Bali ke Meja Fine Dining by Yudasmoro Minasiani 18, August, 2026
Shelter Sessions Vol. 12 Bawa Gastronomi Berbasis Api ke Pererenan by Febriyanti Salim 18, August, 2026
Kuliner Ubud Tengah Berevolusi: Chupacabras Tawarkan Steak Premium dengan Panorama Hutan Bali by Irma Andiani 6, July, 2026
Desain Sustainable Sebagai Masa Depan Pariwisata Global by Yudasmoro Minasiani 5, March, 2022 Dunia pariwisata memasuki babak baru dimana dampak bagi lingkungan kini menjadi pertimbangan dalam...
Bali yang Tak Ada di Brosur Wisata: Menemukan Pulau Dewata Lewat Orang-Orang yang Menjaganya by Febriyanti Salim 21, September, 2026 Bali barangkali merupakan salah satu destinasi yang paling mudah dikenali di dunia. Pura,...
Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah geliat pariwisata Pererenan, Bali, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman menginap yang...
Kemang Icon Hotel: Ketika Sebuah Hotel Memilih Bertahan Hanya dengan 12 Kamar by Yudasmoro Minasiani 18, September, 2026 Di tengah kawasan Kemang yang terus berubah, hotel-hotel baru datang dengan berbagai konsep,...