Now Reading:

Kisah Cinta Rahasia di Balik La Réserve 1785, Hotel Eksklusif di Pererenan Bali


Di tengah geliat pariwisata Pererenan, Bali, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman menginap yang berbeda. Mengusung konsep Hôtel Particulier & Spa, properti eksklusif ini dirancang layaknya rumah pribadi, bukan hotel konvensional. Berlokasi tak jauh dari pantai dan berada di luar hiruk-pikuk Canggu, La Réserve 1785 menghadirkan 13 suite, taman tropis, restoran, dan spa yang mengedepankan privasi serta ketenangan. Properti ini dirancang dan didirikan oleh arsitek asal Prancis, Laura Juhen, dengan pendekatan yang menempatkan pengalaman emosional sebagai bagian penting dari perjalanan tamu.

Foto: Supplied

Kisah La Réserve 1785 berawal dari cerita Henriette Reboul, pedagang barang antik asal Aix-en-Provence, Prancis, yang disebut jatuh cinta kepada seorang gubernur Belanda yang telah menikah pada 1935. Hubungan yang harus dirahasiakan itu membawanya ke Pererenan, tempat ia menciptakan sebuah perlindungan pribadi bernama La Réserve. Terlepas dari apakah kisah tersebut merupakan sejarah atau mitos, cerita Henriette menjadi fondasi naratif bagi properti ini. Setiap ruang dirancang untuk menerjemahkan gagasan tentang cinta, privasi, dan keinginan untuk menjauh sejenak dari sorotan dunia.

Foto: Supplied

Nuansa Prancis dan Bali berpadu melalui detail arsitektur yang dirancang secara personal. Lobi La Réserve 1785 menghadirkan buku-buku pilihan dari Prancis, lampu kristal khusus, lantai parket bergaya Versailles yang dikerjakan di Bali, serta kain-kain dari Prancis bagian selatan. Sementara itu, taman properti menjadi ruang transisi dari struktur arsitektur menuju lanskap tropis Bali. Salah satunya, Mink’s Garden, terinspirasi dari tradisi monastik abad ke-13 dan ditanami rosemary, thyme, serta lavender yang juga dimanfaatkan dalam kebutuhan dapur dan ritual di dalam properti.

Foto: Supplied

Pengalaman menginap di La Réserve 1785 dibangun melalui detail-detail yang mengutamakan kenyamanan tubuh dan ketenangan pikiran. Ketiga belas suite tidak menggunakan nomor kamar, tapi nama-nama yang berkaitan dengan kisah Henriette. Nama-nama seperti Henriette, Jean-Paul, Gabrielle, Hélène, Louis, Gaston, Simone, Laure, Edouard, Joseph, Rose, dan Marie menjadi bagian dari identitas ruangan.

Material seperti kayu, batu, dan plester bertekstur menciptakan suasana hangat sekaligus membantu meredam suara. Di area lain, kolam renang yang terinspirasi dari Tirta Empul menghadirkan ruang untuk berenang, membaca, berbincang, maupun menikmati keheningan. Sementara itu, spa yang tersembunyi dan minim cahaya alami menawarkan perawatan yang memadukan pendekatan Prancis dengan intuisi Bali.

Laura Juhen (Foto: Supplied)

Bagi Laura Juhen, kemewahan masa kini bukan lagi tentang apa yang dapat diperoleh atau dipamerkan, melainkan tentang waktu dan ruang yang sepenuhnya menjadi milik tamu. Melalui Le Café Rouge, sarapan tanpa jadwal yang kaku, serta atmosfer yang mendorong seseorang untuk menikmati momen tanpa tekanan, La Réserve 1785 menawarkan pengalaman yang lebih personal. Properti ini ditujukan bagi mereka yang mencari kedalaman pengalaman, bukan sekadar kemewahan visual. Di Pererenan, La Réserve 1785 ingin menghadirkan sebuah perlindungan.

POPULAR

Share This Articles
Klook.com